Tag: Bencana

  • Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Kembali Aktif Berkat Kolaborasi Tim Medis dan Relawan

    Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Kembali Aktif Berkat Kolaborasi Tim Medis dan Relawan

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Tim Medis Pemprov Sulsel bersama tenaga kesehatan kabupaten/kota, Relawan Andalan Peduli, serta unsur TNI berhasil mengaktifkan kembali operasional RSUD Kabupaten Aceh Tamiang yang sempat tidak berfungsi akibat banjir dan lumpur.

    Menurut Andi Sudirman, pengaktifan kembali RSUD Aceh Tamiang dilakukan melalui langkah cepat dan terkoordinasi, mulai dari pembersihan lumpur, penataan ulang ruang pelayanan, hingga memastikan kesiapan alat kesehatan dan tenaga medis.

    Hal ini menurut Andi Sudirman, agar layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dapat segera kembali berjalan.

    “Alhamdulillah warga kembali berbondong bondong ke RS untuk melakukan pemeriksaan hingga intervensi operasi dalam kendali Tim Kesehatan Sulsel bersama Tim Lokal RSUD Aceh Tamiang,” ujar Andi Sudirman, Minggu, 14 Desember 2025.

    Ia menjelaskan, seluruh layanan kesehatan saat ini berada dalam kendali Tim Kesehatan Provinsi Sulsel yang bersinergi dengan Tim Lokal RSUD Aceh Tamiang.

    Para dokter spesialis, dokter umum, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya bekerja secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Gubernur Sulsel juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Tim Medis Pemprov Sulsel, Relawan Andalan Peduli, serta dukungan TNI yang turut membantu proses pemulihan pasca-bencana.

    “Semangat Tim Kesehatan para dokter spesialis, nakes dan relawan andalan peduli,” pungkas Andi Sudirman. (*)

  • PMI Kirim 1.000 Paket Peralatan Dapur untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    PMI Kirim 1.000 Paket Peralatan Dapur untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    MALUMAT.ID, JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa *kitchen kit atau peralatan dapar dan makan* bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan ini ditujukan untuk mendorong kemandirian penyintas agar dapat mengolah makanan secara mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada dapur umum.

    Sebanyak 1.000 paket peralatan dapur ini dikirim secara bertahap menggunakan pesawat kargo yang disewa BNPB, mulai sabtu 13/12/2025 sore kemarin, menuju wilayah terdampak. Adapun rincian distribusi bantuan tersebut adalah sebagai berikut, Aceh 500 paket, Sumatera Utara 300 paket, dan Sumatera Barat 200 paket.

    Setiap paket peralatan dapur ini berisi perlengkapan dasar memasak dan makan yang dapat digunakan oleh keluarga terdampak banjir, meliputi :
    * 1 buah panci
    * 1 buah wajan
    * 5 buah mangkok
    * 5 buah piring
    * 5 buah gelas
    * 5 buah sendok
    * 5 buah garpu
    * 1 buah pisau
    * 1 buah centong nasi
    * 1 buah centong sayur
    * 1 buah centong wajan

    Selain perlatan dapur dan makan, PMI juga akan membagikan 10.000 paket kompor gas  dan regulator  untuk mendukung pemanfaatan perlengkapan tersebut, sehingga para penyintas dapat segera memasak makanan sendiri sesuai kebutuhan keluarga masing-masing.

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa penyaluran paket perlatan dapur ini bertujuan untuk menjaga kemandirian keluarga terdampak bencana. *“Kami ingin korban banjir bisa memasak sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada dapur umum. Ini bagian dari upaya menjaga martabat dan ketahanan keluarga di situasi darurat,”* tegas Jusuf Kalla.

    Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga memperhatikan aspek martabat dan kemandirian korban bencana. Dengan adanya *kitchen kit* dan kompor, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat memenuhi kebutuhan pangan secara lebih fleksibel, aman, dan berkelanjutan di tengah situasi darurat.

    Setalah paket perlatan dapur ini dibagi kepada para penyintas korban bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh, Palang Merah Indonesia Pusat kembali akan mengirimkan kembali paket peralatan dapur,  yang jumlahnya akan disesuaikan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh para relawan dilapangan.

    PMI terus berkoordinasi dengan BNPB, pemerintah daerah, serta relawan di lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

    <

  • PMI Berangkatkan Kapal Kemanusiaan Bawa 60 Tangki Air dan Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

    PMI Berangkatkan Kapal Kemanusiaan Bawa 60 Tangki Air dan Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan berisi berbagai bantuan logistik untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemberangkatan dilakukan dari Dermaga 5 IKT Domestik Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (6/12/2025), melalui kerja sama dengan Kalla Lines.

    Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Asmawi Syam, mengatakan pengiriman ini menjadi tahap awal respons PMI terhadap kondisi darurat di tiga provinsi terdampak. “Kapal ini membawa 31 tangki air bersih untuk melengkapi 29 tangki yang sudah lebih dulu berada di lokasi, sehingga totalnya 60 tangki,” ujarnya.

    Selain tangki air, PMI mengirim berbagai perlengkapan penting antara lain:

    * 40 unit talpon
    * 200 tandon air
    * 10.000 kompor dan 10.000 regulator
    * 50.000 sarung
    * 10.000 bungkus mi instan dan 10.000 mi cup
    * 10.000 karung beras
    * 17.000 potong pakaian baru
    * 6.000 masker kain
    * 600 sprayer
    * 600 terpal
    * 1.000 paket baby kit
    * 1.000 paket clinic kit
    * 2.000 paket hygiene kit

    Sebanyak 88 personel PMI turut ditugaskan untuk mengawal distribusi serta memperkuat pelayanan di daerah terdampak.

    Kapal dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB dan menempuh rute Jakarta–Belawan–Lhokseumawe–Banda Aceh dengan estimasi perjalanan empat hari. Pengiriman kebutuhan untuk Sumatera Barat akan dilakukan pada tahap berikutnya melalui jalur darat maupun laut. PMI juga menyiapkan pembelian barang secara lokal khusus untuk wilayah Sumbar karena akses logistik lebih memungkinkan.

    Untuk kebutuhan darah, PMI telah mengirimkan 1.500 kantong melalui jalur udara agar dapat diterima lebih cepat oleh fasilitas pelayanan kesehatan di daerah bencana.

    Asmawi menjelaskan bahwa bantuan air bersih menjadi prioritas, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan pembersihan rumah yang tertutup lumpur. PMI Provinsi bersama PDAM setempat juga menyiapkan sumber air melalui sekitar 60 unit pompa air.

    Ia menegaskan bahwa PMI akan tetap berada di wilayah terdampak hingga tahap rehabilitasi. “Sesuai arahan Ketua Umum Bapak Jusuf Kalla, PMI akan berada di tiga daerah ini minimal satu tahun,” katanya.

    PMI berharap seluruh logistik dapat tiba sesuai jadwal dan segera didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak melalui PMI daerah, yang memiliki data kebutuhan paling mendesak .(*)