Kategori: Ummat

  • Jusuf Kalla Dorong Remaja Masjid untuk jaga Lingkungan dan jadi Penggerak Ekonomi Umat

    Jusuf Kalla Dorong Remaja Masjid untuk jaga Lingkungan dan jadi Penggerak Ekonomi Umat

    MALUMAT.ID, TANGERANG SELATAN— Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI di Gedung Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (5/2/2026).

    Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran remaja masjid dalam memakmurkan masjid sekaligus dimakmurkan oleh masjid, salah satunya melalui program-program berbasis lingkungan hidup yang berkelanjutan.

    “Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dengan menjaga lingkungan dan mendorong kegiatan produktif,” kata Jusuf Kalla.

    Ia mencontohkan pemanfaatan air bekas wudhu untuk menyiram tanaman serta pengembangan kebun masjid dengan menanam bibit pohon buah, seperti mangga ,jambu dan tanaman lainnya yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

    “Jangan sia-siakan air wudhu. Alirkan untuk kebun di sekitar masjid. Tanam pohon, rawat bersama, dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

    Jusuf Kalla juga mengaitkan isu lingkungan dengan persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah daerah. Ia menilai kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan dan buruknya pengelolaan sampah, menjadi penyebab utama bencana tersebut. Karena itu, DMI mendorong masjid aktif dalam program penghijauan dan kebersihan lingkungan.

    “Banjir itu akibat lingkungan rusak. Masjid harus ikut memperbaiki lingkungan, bukan hanya dengan ceramah, tapi dengan kerja nyata,” tegasnya.

    Selain isu lingkungan, Jusuf Kalla menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat. Ia menilai masjid dapat menjadi motor penggerak ekonomi dengan membekali masyarakat keterampilan usaha, bukan sekadar memberikan bantuan konsumtif.

    “Jangan hanya memberi sedekah, tapi berikan jalan hidup. Tanamkan budaya produktif agar umat mampu secara ekonomi,” katanya.

    Silatnas PRIMA DMI ini menjadi momentum penguatan peran remaja masjid sebagai agen perubahan, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kegiatan tersebut secara resmi menandai dimulainya program-program PRIMA DMI ke depan yang berorientasi pada pemberdayaan umat dan keberlanjutan lingkungan.(*)

  • Wali Kota Munafri Arifuddin Tegaskan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial

    Wali Kota Munafri Arifuddin Tegaskan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Mu’jizat di Kompleks Kejaksaan Kecamatan Panakkukang, Jumat (19/12/2025).

    Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) Didik Farkhan Alisyahdi, Wakil Kajati Sulsel, Prihatin, serta dua mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin dan Moh Ramdhan Pomanto.

    Munafri Arifuddin menyampaikan peletakan batu pertama Masjid Nurul Mu’jizat ini menjadi awal baru penguatan fungsi masjid yang lebih representatif sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kebersamaan umat di kawasan Kompleks Kejaksaan dan sekitarnya

    Ia lalu menegaskan bahwa masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial dan pembinaan umat.

    “Masjid harus menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat, sekaligus menjadi tempat lahirnya generasi Qurani yang akan membawa masa depan yang lebih baik,” ujar Munafri.

    Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar akan memberikan dukungan maksimal, khususnya dalam penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan anak-anak agar masjid menjadi pusat pendidikan nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak.

    Munafri juga mengingatkan pentingnya keteladanan pengurus masjid dalam membangun semangat gotong royong, termasuk dalam hal kontribusi dan kepedulian terhadap masjid.

    Menurutnya, pengurus harus menjadi contoh dalam menjaga kebersamaan dan rasa memiliki. Selain itu, ia menekankan bahwa kebersihan masjid menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan rumah ibadah.

    “Saya selalu melihat keberhasilan pengurus masjid dari kebersihan tempat wudu dan toilet. Kalau dua tempat ini terjaga dengan baik, insyaallah pengelolaan masjidnya juga akan baik,” tegasnya.

    Terakhir, Munafri berharap agar masjid ini kelak menjadi tempat ibadah yang hidup dan penuh keberkahan, serta menjadi lokasi salat berjamaah, termasuk salat Subuh bersama masyarakat.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Mu’jizat, Andi Badikorosembeng, menyampaikan momentum ini menjadi simbol keberlanjutan pembangunan rumah ibadah yang telah melewati lintas kepemimpinan.

    Ia mengungkapkan selama pembangunan masjid, perhatian dan dukungan pemerintah terus mengalir sejak masa kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin, dilanjutkan Moh Ramdhan Pomanto, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.

    Andi Badi menyebut, pembangunan dan renovasi masjid juga mendapat kontribusi dari enam Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel yang menjabat pada periode berbeda. Ia menargetkan setelah peletakan batu pertama, renovasi masjid tahun ini akan rampung dalam waktu enam bulan sesuai dengan komitmen bersama.

    “Renovasi masjid tahun ini Insyaallah akan selesai sesuai dengan komitmen kita, bahwa renovasi mesjid ini akan selesai dalam jangka waktu 6 bulan setelah dimulai,” tegasnya. (*)

  • Penguatan Moral Generasi Muda,FKTPQ-Pemkot Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an di Makassar

    Penguatan Moral Generasi Muda,FKTPQ-Pemkot Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an di Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Dewan Pengukuhan Pengurus Kota, Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (DPK FKTPQ), Kota Makassar melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (18/12/2025).

    Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Wisuda Santri FKPTQ ke-54 sekaligus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Literasi Al-Qur’an di Kota Makassar.

    Dalam pertemuan itu, Pengurus FKTPQ menyampaikan undangan resmi kepada Wali Kota Makassar untuk hadir dan memberikan motivasi kepada para santri pada kegiatan Wisuda Santri FKPTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember 2025 mendatang.

    Ketua FKTPQ Kota Makassar, Rintoh Rachim, mengatakan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk komunikasi kelembagaan antara FKTPQ dan Pemerintah Kota Makassar.

    “Kami dari Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an Kota Makassar datang bersilaturahmi sekaligus mengundang Bapak Wali Kota untuk hadir dan memberikan motivasi kepada santri-santri kita pada tanggal 30 Desember nanti, dalam acara Wisuda Santri FKTPQ ke-54,” ujar Rintoh.

    Selain undangan wisuda, FKTPQ juga menyampaikan permohonan kepada Wali Kota Makassar agar segera menerbitkan Perwali tentang Literasi Al-Qur’an.

    Menurut Rinto, regulasi tersebut sangat penting sebagai dasar hukum bagi penguatan pendidikan keagamaan di Kota Makassar.

    “Kami juga memohon kepada Bapak Wali Kota agar dapat sesegera mungkin menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait literasi Al-Quran,” jelasnya.

    Perwali ini nantinya akan menjadi dasar acuan bagi seluruh peserta didik di Makassar yang beragama Islam.

    Di mana saat masuk ke satuan pendidikan formal diharapkan memiliki ijazah mengaji sebagai salah satu syarat penerimaan peserta didik baru.

    Rintoh menegaskan, aturan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini.

    Ia menyebut, penguatan nilai-nilai keagamaan melalui literasi Al-Qur’an menjadi salah satu solusi strategis dalam membangun karakter anak-anak Makassar.

    Aturan ini sangat urgent. Bapak Wali Kota juga tadi menyampaikan bahwa Kota Makassar memang membutuhkan penguatan moral.

    “Banyak kejadian-kejadian yang membuat kita sedih, sehingga penguatan nilai keagamaan menjadi sangat penting,” ungkapnya.

    Dalam audiensi tersebut, kata dia Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan dukungannya terhadap program dan kegiatan FKTPQ, termasuk rencana Wisuda Santri dan penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.

    “Harapan kami tentu Bapak Wali Kota dapat mendukung penuh FKTPQ. Karena tanpa dukungan pemerintah, kami sebagai organisasi keagamaan tentu akan mengalami keterbatasan dalam berkembang,” harap Rintoh.

    Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut memberikan optimisme bagi FKTPQ, karena Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen untuk berjalan bersama dalam membangun generasi muda yang berakhlak dan berkarakter Qur’ani.

    “Alhamdulillah, dari pertemuan tadi, Bapak Wali Kota sangat mendukung kegiatan FKTPQ dan menyatakan siap berjalan bersama,” terangnya.

    “Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembinaan keagamaan di Kota Makassar,” tutupnya. (*)

  • Jusuf Kalla Resmikan Perluasan Masjid Mutmainnul Qulud di Makassar

    Jusuf Kalla Resmikan Perluasan Masjid Mutmainnul Qulud di Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR– Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) meresmikan perluasan Masjid Mutmainnul Qulud yang terletak di Jalan Garuda Buntu, Lorong 29 Nomor 45, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Senin (15/12/2025).

    Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan rasa bahagia dapat hadir bersama masyarakat dalam peresmian perluasan masjid tersebut. Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

    “Masjid memang fungsi utamanya adalah tempat ibadah, tetapi masjid juga menjadi tempat membangun hubungan antar masyarakat, membicarakan kebersihan, kemajuan, dan kesejahteraan,” ujar JK.

    Menurutnya, peran masjid yang multifungsi tersebut sejalan dengan sunnah Rasulullah SAW. Pada masa Rasulullah, masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi tempat perjuangan, pengadilan, serta berbagai kegiatan sosial yang dibutuhkan umat.

    JK berharap Masjid Mutmainnul Qulud dapat berfungsi secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat sekitar. Ia juga menekankan pentingnya masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui kegiatan pengajian dan pendidikan keagamaan.

    “Mudah-mudahan dengan berfungsinya masjid ini, masyarakat menjadi lebih sejahtera dan maju, anak-anak kita mendapatkan pendidikan dan pengajian yang lebih baik,” tambahnya.

    Pada kesempatan tersebut, JK juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam pembangunan dan perluasan masjid. Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi umat serta memperkuat keimanan masyarakat.

    Masjid Mutmainnul Qulud merupakan bantuan dari Ketua Umum DMI Jusuf Kalla sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran masjid dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.(*)

  • Gubernur Sulsel Hadirkan Ustadz Firanda Motivasi Ribuan Jambore OSIS SMA se-Sulsel

    Gubernur Sulsel Hadirkan Ustadz Firanda Motivasi Ribuan Jambore OSIS SMA se-Sulsel

    MALUMAT.ID, GOWA – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan kajian ilmiah Islam yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A dalam rangkaian Jambore OSIS tingkat SMA/sederajat.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Bumi Perkemahan Caddika, Kabupaten Gowa, dan diikuti 1.500 pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 12-14 Desember 2025.

    Kajian ilmiah Islam ini menjadi salah satu agenda pembinaan karakter bagi peserta jambore, dengan menekankan penguatan nilai keimanan, akhlak, dan jati diri generasi muda. Dalam suasana penuh kekhidmatan, para siswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja.

    Dalam kajiannya, Ustadz Dr. Firanda Andirja memotivasi para pelajar agar mampu memahami tantangan pemuda di era kemajuan teknologi yang berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi, agar kemajuan digital dapat menjadi sarana kebaikan dan peningkatan kualitas diri, bukan sebaliknya.

    Selain itu, Ustadz Firanda juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai fondasi utama dalam meraih keberkahan hidup dan kesuksesan. Menurutnya, prestasi akademik dan kemampuan teknologi harus sejalan dengan akhlak mulia serta ketaatan kepada orang tua.

    Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik pelaksanaan kajian ilmiah Islam yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sulsel.

    “Tentu apa yang disampaikan beliau, sangat memotivasi ribuan siswa jambore agar memahami tantangan dan peran pemuda di era kemajuan teknologi dan bagaiaman berbakti kepada orang tua,” ujarnya.

    Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam membentuk karakter pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, Tetapi juga kuat secara moral dan spiritual, sehingga siap menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas. (*)

  • Ketum DMI Jusuf Kalla Bahas Penguatan Dakwah dan Bantuan Rehabilitasi Masjid Yang Terdampak Banjir Sumatera dan Aceh dengan Sekjen Liga Muslim Dunia

    Ketum DMI Jusuf Kalla Bahas Penguatan Dakwah dan Bantuan Rehabilitasi Masjid Yang Terdampak Banjir Sumatera dan Aceh dengan Sekjen Liga Muslim Dunia

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menerima Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al-Alam Al-Islami), Syaikh Mohammad Abdulkarim Al-Issa, di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu malam (07/12/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah upaya yang sedang dilakukan DMI dalam memperkuat peran dan pengembangan dakwah Islam di Indonesia. Selain itu, ia juga memaparkan kondisi masjid-masjid yang terdampak musibah di berbagai wilayah.

    “Kami membicarakan berbagai upaya untuk mewujudkan perkembangan Islam di Indonesia, sekaligus membahas musibah yang menyebabkan banyak masjid rusak,” ujar JK.

    Selain isu dalam negeri, keduanya membahas peran Indonesia dalam mendorong perdamaian di kawasan dunia Islam, termasuk Thailand Selatan, Afganistan, dan beberapa wilayah konflik lainnya. Menurut JK, Syaikh Al-Issa menyambut baik berbagai inisiatif perdamaian yang selama ini dilakukan Indonesia.

    “Beliau juga menyinggung para mahasiswa asal Afganistan yang belajar di sini dan menyampaikan keinginannya untuk memberi lebih banyak dukungan,” tambah JK.

    Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah komitmen bantuan untuk rehabilitasi masjid yang rusak akibat bencana, termasuk di wilayah Bintan, Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah di Sumatera.

    “Beliau akan ikut membantu rehabilitasi masjid-masjid yang terdampak,” kata JK.

    Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen kerja sama lanjutan antara DMI dan Liga Muslim Dunia, terutama dalam bidang kemanusiaan serta penguatan dakwah Islam yang moderat.(*)

  • Munafri: Muswil Hidayatullah Jadi Ruang Membangun Kota, Kembangkan Dakwah untuk Persatuan Umat

    Munafri: Muswil Hidayatullah Jadi Ruang Membangun Kota, Kembangkan Dakwah untuk Persatuan Umat

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah Sulawesi Selatan yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Sabtu (6/12/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota turut didampingi Kabag Kesra Kota Makassar, Muh Syarief. Muswil tahun ini menjadi momentum konsolidasi besar keluarga besar Hidayatullah se-Sulawesi Selatan.

    Sejumlah tokoh yang hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Pimpinan Majelis Syuro Hidayatullah Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH. Nasfi Arsyad, Lc., serta Kabid SDI DPP Hidayatullah Sumariadi.

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DPD, amal usaha, badan usaha, serta organisasi pemuda dan muslimat Hidayatullah dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas peran besar Hidayatullah dalam membina umat, memperkuat nilai-nilai keagamaan.

    “Pemerintah Kota Makassar siap berkomitmen bersama Hidayatullah untuk menghadirkan program-program yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujrnaya.

    Lanjut dia, kegiatan ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Makassar. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota selalu membuka ruang untuk menghadirkan program-program kebaikan yang berdampak langsung pada masyarakat.

    “Kolaborasi ini penting untuk membangun Makassar yang lebih maju, religius, dan berkarakter. Tujuanya bagaimana kepentingan masyarakat,” tutur Munafri.

    Ia juga mengajak seluruh kader Hidayatullah untuk terus memperkuat peran dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan mengedukasi masyarakat.

    “Mari kita jadikan dakwah sebagai gerakan pencerahan. Dakwah yang moderat, menguatkan persatuan, dan membawa manfaat bagi seluruh warga,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Nasfi Arsyad, menegaskan bahwa Muswil merupakan ajang strategis untuk melakukan evaluasi, memperkuat struktur organisasi, serta menyusun arah gerak dakwah ke depan.

    “Muswil adalah momen penting untuk meneguhkan kembali struktur, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas peran dakwah Hidayatullah di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Menurutnya, tantangan dakwah ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan organisasi yang solid.

    “Semoga hasil Muswil ini mampu menjadi pijakan kuat dalam memperkuat kontribusi Hidayatullah bagi masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembinaan umat,” tukasnya.

  • Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel

    Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel di Ruang Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (2/12/2025).

    Audiensi ini digelar dalam rangka menyampaikan rencana Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang mengusung tema “Guru Dicintai Indonesia Berkah.”

    Pada kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan Pendidikan Al-Insyirah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar karena telah menerima mereka.

    Yayasan yang telah berdiri sejak tahun 1994 ini menaungi jenjang TK, SD, SMP, hingga Boarding School, serta memiliki lebih dari 600 siswa.

    Mereka juga memaparkan perjalanan Program Perpustakaan Lorong yang telah dijalankan sejak tahun 2010 dan berharap dukungan Pemkot Makassar semakin diperkuat, termasuk pemberian apresiasi terhadap peran yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi.

    Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan apresiasi atas berbagai kontribusi yang telah diberikan Yayasan Al-Insyirah.

    “Terima kasih atas silaturahminya. Pemerintah Kota Makassar mengapresiasi langkah-langkah Yayasan Pendidikan Al-Insyirah yang terus konsisten membangun pendidikan dan literasi. Kami selalu membuka ruang kolaborasi dan sinergi untuk setiap kegiatan positif yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

    Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspansari Abady, turut menambahkan bahwa Dinas Perpustakaan juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Al-Insyirah yang telah menghasilkan tiga buku karya internal.

    Ia menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan akan mencatat yayasan tersebut sebagai binaan resmi, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan akreditasi.

    Aryati juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Dinas Perpustakaan akan menghadirkan wadah khusus bagi para penulis, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Program lisensi buku yang sempat terhenti pada 2022 akibat efisiensi anggaran juga akan kembali dijalankan tahun depan.

    Dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kepala Bidang SMP Syarifuddin mengungkapkan bahwa pihaknya pada 2026 akan memperkuat program pengembangan literasi bagi guru, mendorong para pendidik untuk menulis dan menghasilkan karya-karya yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.

    Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan literasi di Kota Makassar, sekaligus menyukseskan Peringatan Hari Guru Nasional 2025.

    Turut hadir, Kepala Bidang SMP Syarifuddin, Kepala Dinas Perpustakaan Aryati Puspansari Abady, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (diwakili), PPTK Bina Mental Spiritual Andi Ali Harpan.

    Dari Perwakilan Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel hadir, Direktur Pendidikan Yayasan Al-Insyirah Drs. Junaedi, Bagian SDM SIT Al-Insyirah Rahim Mayau, Manager Dapodik SIT Al-Insyirah Fitri Muhnadhia, Kepala Sekolah SDIT Al-Insyirah Herawati, dan Guru Bahasa Inggris & Tim Literasi Ilmiyah. (*)

  • Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

    Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

    MAKASSAR, MA’LUMAT.ID — Dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025, lebih dari 400 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kota Makassar secara serentak melaksanakan kegiatan bertema “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dari Sekolah untuk Makassar dan Gerakan Makan Buah Serentak”, Selasa (2/12/2025).

    Ribuan peserta didik mengikuti kegiatan ini langsung di sekolah masing-masing, yang dipandu secara terpusat melalui Zoom Meeting.

    Gerakan besar ini diinisiasi oleh
    Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

    Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Forum K3S serta pegiat lingkungan dan komunitas pembuat Eco enzym di Kota Makassar.

    Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Hari Guru adalah waktu yang tepat untuk menguatkan kembali nilai-nilai pendidikan karakter.

    Lanjut dia, Pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebiasaan baik sejak dini.

    “Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak kita,” ujarnya.

    Melinda, yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, menambahkan bahwa gerakan pembuatan 10.000 liter Eco enzym adalah bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menjaga lingkungan.

    Menurutnya, melibatkan anak-anak sejak dini dalam aksi peduli lingkungan akan menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan kota.

    Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan ketulusan mereka dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, berakhlak, sehat, dan peduli lingkungan.

    “Kami berharap kegiatan ini bermanfaat, dan komitmen untuk terus belajar dan menjaga kota kita bersama,” pungkasnya.

    Melalui gerakan sederhana namun berdampak besar ini, Makassar kembali menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah, dan dari tangan para guru yang menanamkan cinta pada bumi sejak usia dini.

    Pembukaan kegiatan melalui zoom meeting tersebut juga dihadiri oleh anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, di antaranya Fadly Arifuddin, Marini Ambo Wellang, dan Mashud Azikin.

    Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa gerakan kolaboratif “Pembuatan 10.000 Liter EcoEnzym dan Gerakan Makan Buah Serentak”, ini bertujuan mengajak anak-anak memahami pengelolaan sampah organik sejak dini, sekaligus mengurangi volume sampah buah yang dihasilkan di sekolah.

    Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta didik diajak untuk mempraktikkan langsung bagaimana kulit buah dapat diolah menjadi ecoenzym yang bermanfaat bagi pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah.

    “Selain itu, gerakan ini sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan makan buah setiap hari,” katanya.

    Seluruh proses dipandu oleh guru pendamping yang sebelumnya telah mengikuti Technical Meeting dan menerima SOP pelaksanaan dari panitia.

    Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi lintas sekolah ini. Menurut Achi, keterlibatan serentak ratusan SD menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga berlatih mengurangi sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana tetapi bermakna.

    Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menuju Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mendukung visi besar menjadikan Makassar sebagai Kota Lumbungnya Organik Dunia.

    “Seluruh ecoenzym yang dihasilkan akan dihimpun dan dimanfaatkan dalam berbagai program lingkungan kota, di antaranya pembersihan saluran, perawatan taman kota, serta kegiatan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

    Pada momentum Hari Guru Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar bersama Forum K3S menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh guru yang terus menghadirkan inovasi pembelajaran.

    Kegiatan ekologis seperti ini dinilai sebagai wujud nyata dedikasi guru dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan.

    Ditambahkan, hari Guru bukan hanya momentum merayakan peran pendidik, tetapi juga menginspirasi langkah nyata.

    “Dengan ecoenzym, guru-guru Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan menghasilkan manfaat besar bagi kota,” pungkasnya.