Kategori: Nasional

  • PMI Serahkan Bantuan Kemanusiaan Ke Pemprov Aceh

    PMI Serahkan Bantuan Kemanusiaan Ke Pemprov Aceh

    MALUMAT.ID, ACEH – Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyerahkan 2000 ton bantuan kemanusiaan ke Pemerintah Propinsi Aceh di Gudang Logistik Bantuan Bencana yang berlokasi di Desa Payo Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (12/01/2026).

    Bantuan tersebut secara simbolis diterima langsung oleh Gubernur Aceh,Muzakkir Manaf

    Dalam sambutannya, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan, termasuk pemerintah pusat, serta berbagai pihak lainnya yang terlibat.

    “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan cukup untuk membantu masyarakat selama bulan puasa,” ujar Muzakkir Manaf.

    Ia berharap bantuan yang disalurkan tidak berhenti pada tahap ini dan dapat terus berlanjut hingga kondisi masyarakat kembali normal.

    Menurutnya, bantuan logistik merupakan bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat dan mendukung pemulihan sosial serta ekonomi di Aceh.

    Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia mengingatkan bahwa bantuan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan moral dan kebersamaan.

    “Kita harus saling membantu masyarakat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” kata Jusuf Kalla.

    Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan rincian bantuan yang disiapkan di gudang logistik, antara lain 500 ton beras, 4.000 unit gerobak sorong, 20.000 pacul, 20.000 sekop, 41 mini excavator, 100 mesin cahinsaw, 10.000 paket sekolah, 20.000 paket pakaian (celana panjang, daster, pakaian dalam, baju kaos, pakaian pria dan wanita, kerudung), 1.500.000 buku tulis, 535.000 pulpen, 20.000 perlengkapan kebersihan, 1.000 paket peralatan rumah tangga, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani ibadah puasa dengan lebih layak serta mendukung aktivitas sehari-hari.(*)

  • DMI Aceh Terima Bantuan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir

    DMI Aceh Terima Bantuan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir

    MALUMAT.ID, ACEH — Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Aceh menerima bantuan peralatan ibadah yang akan disalurkan ke masjid-masjid di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir. Penerimaan bantuan berlangsung di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, dan dikoordinasikan oleh Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Lhokseumawe.

    Bantuan yang diterima meliputi 13 unit sound system lengkap, 3000 lembar sajadah, 3000 lembar mukena, 10.000 lembar sarung, 5.000 mushaf Al Quran,  serta berbagai perlengkapan ibadah lainnya. Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan fungsi masjid sekaligus mempercepat proses pembersihan dan normalisasi sarana ibadah pasca banjir bandang di kabupaten dan kota terdampak di Propinsi Aceh.

    Ketua PW DMI Aceh Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masjid-masjid yang terdampak banjir.

    _“Bantuan peralatan ibadah ini akan segera kami salurkan ke masjid-masjid terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memulihkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat pasca bencana,”_ ujar Fakruddin.

    PW DMI Aceh menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Dewan Masjid Indonesia dalam membantu masyarakat serta menjaga peran masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial, khususnya di masa pemulihan pasca bencana.

    Rangkaian penyaluran bantuan sekaligus aksi pembersihan masjid dijadwalkan berlangsung pada hari ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla dan Gubernur Aceh Muzakkir Manaf.

    PW DMI Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan masjid di wilayah terdampak banjir, sebagai bagian dari penguatan ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat. (*)

  • Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Kembali Aktif Berkat Kolaborasi Tim Medis dan Relawan

    Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Kembali Aktif Berkat Kolaborasi Tim Medis dan Relawan

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Tim Medis Pemprov Sulsel bersama tenaga kesehatan kabupaten/kota, Relawan Andalan Peduli, serta unsur TNI berhasil mengaktifkan kembali operasional RSUD Kabupaten Aceh Tamiang yang sempat tidak berfungsi akibat banjir dan lumpur.

    Menurut Andi Sudirman, pengaktifan kembali RSUD Aceh Tamiang dilakukan melalui langkah cepat dan terkoordinasi, mulai dari pembersihan lumpur, penataan ulang ruang pelayanan, hingga memastikan kesiapan alat kesehatan dan tenaga medis.

    Hal ini menurut Andi Sudirman, agar layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dapat segera kembali berjalan.

    “Alhamdulillah warga kembali berbondong bondong ke RS untuk melakukan pemeriksaan hingga intervensi operasi dalam kendali Tim Kesehatan Sulsel bersama Tim Lokal RSUD Aceh Tamiang,” ujar Andi Sudirman, Minggu, 14 Desember 2025.

    Ia menjelaskan, seluruh layanan kesehatan saat ini berada dalam kendali Tim Kesehatan Provinsi Sulsel yang bersinergi dengan Tim Lokal RSUD Aceh Tamiang.

    Para dokter spesialis, dokter umum, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya bekerja secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Gubernur Sulsel juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Tim Medis Pemprov Sulsel, Relawan Andalan Peduli, serta dukungan TNI yang turut membantu proses pemulihan pasca-bencana.

    “Semangat Tim Kesehatan para dokter spesialis, nakes dan relawan andalan peduli,” pungkas Andi Sudirman. (*)

  • PMI Kirim 1.000 Paket Peralatan Dapur untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    PMI Kirim 1.000 Paket Peralatan Dapur untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    MALUMAT.ID, JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa *kitchen kit atau peralatan dapar dan makan* bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan ini ditujukan untuk mendorong kemandirian penyintas agar dapat mengolah makanan secara mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada dapur umum.

    Sebanyak 1.000 paket peralatan dapur ini dikirim secara bertahap menggunakan pesawat kargo yang disewa BNPB, mulai sabtu 13/12/2025 sore kemarin, menuju wilayah terdampak. Adapun rincian distribusi bantuan tersebut adalah sebagai berikut, Aceh 500 paket, Sumatera Utara 300 paket, dan Sumatera Barat 200 paket.

    Setiap paket peralatan dapur ini berisi perlengkapan dasar memasak dan makan yang dapat digunakan oleh keluarga terdampak banjir, meliputi :
    * 1 buah panci
    * 1 buah wajan
    * 5 buah mangkok
    * 5 buah piring
    * 5 buah gelas
    * 5 buah sendok
    * 5 buah garpu
    * 1 buah pisau
    * 1 buah centong nasi
    * 1 buah centong sayur
    * 1 buah centong wajan

    Selain perlatan dapur dan makan, PMI juga akan membagikan 10.000 paket kompor gas  dan regulator  untuk mendukung pemanfaatan perlengkapan tersebut, sehingga para penyintas dapat segera memasak makanan sendiri sesuai kebutuhan keluarga masing-masing.

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa penyaluran paket perlatan dapur ini bertujuan untuk menjaga kemandirian keluarga terdampak bencana. *“Kami ingin korban banjir bisa memasak sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada dapur umum. Ini bagian dari upaya menjaga martabat dan ketahanan keluarga di situasi darurat,”* tegas Jusuf Kalla.

    Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga memperhatikan aspek martabat dan kemandirian korban bencana. Dengan adanya *kitchen kit* dan kompor, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat memenuhi kebutuhan pangan secara lebih fleksibel, aman, dan berkelanjutan di tengah situasi darurat.

    Setalah paket perlatan dapur ini dibagi kepada para penyintas korban bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh, Palang Merah Indonesia Pusat kembali akan mengirimkan kembali paket peralatan dapur,  yang jumlahnya akan disesuaikan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh para relawan dilapangan.

    PMI terus berkoordinasi dengan BNPB, pemerintah daerah, serta relawan di lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

    <

  • Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

    Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

    MALUMAT.ID, ACEH – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin langsung penyaluran bantuan kepada korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis, 11 Desember 2024.

    Bersama Tim Pemprov Sulsel dan didampingi unsur Forkopimda terkait, Andi Sudirman berangkat menuju lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

    “Bismillah, kami bersama Tim Pemprov Sulsel dan 100 tenaga kesehatan, terdiri dari 23 spesialis, 77 tenaga medis, serta membawa setengah ton obat-obatan dan beberapa kendaraan logistik, siap untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Andi Sudirman.

    Tim yang diberangkatkan juga membawa peralatan dan perlengkapan logistik lengkap, termasuk genset untuk pasokan listrik, dapur umum, serta posko medis untuk pelayanan kesehatan.

    Sebelum keberangkatan, seluruh tim melakukan penyortiran logistik dan briefing teknis agar seluruh bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran.

    Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan.

    “Tim akan mendirikan 14 posko lengkap listrik genset, dapur umum, pokja medis dan obat,” tambah Andi Sudirman.

    Bantuan yang diberikan oleh Pemprov Sulsel diharapkan dapat meringankan penderitaan masyarakat Aceh Tamiang yang tengah menghadapi bencana alam, serta memberikan dukungan medis yang sangat dibutuhkan selama masa tanggap darurat.(*)

  • Jusuf Kalla Soroti Pentingnya Penguatan Koordinasi BNPB dalam Penanganan Bencana

    Jusuf Kalla Soroti Pentingnya Penguatan Koordinasi BNPB dalam Penanganan Bencana

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Ketua Umum PMI yang juga Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla, menekankan perlunya penguatan peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengkoordinasikan penanganan bencana di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai menerima Anugerah Dewan Pers 2025 kategori Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian di Balai Kota Jakarta, Rabu malam (10/12).

    Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa penanganan bencana selalu melalui tiga fase, yakni masa darurat, masa transisi, dan masa rekonstruksi. Menurutnya, koordinasi antarlembaga sangat diperlukan agar setiap fase dapat berjalan efektif.

    “BNPB harus berfungsi lebih kuat. Badan itu dibentuk untuk mengkoordinasikan kerja sama daerah. Dalam situasi seperti sekarang, koordinasi menjadi kunci,” ujarnya.

    Ketika ditanya mengenai penetapan status bencana nasional, JK menyebutkan bahwa langkah tersebut biasanya diambil jika pemerintah daerah tidak dapat berfungsi secara penuh. Ia mencontohkan peristiwa tsunami Aceh yang skala dampaknya sangat besar.

    “Kalau status bencana nasional ditetapkan, seluruh penanganan diambil alih pusat. Namun saat ini pemerintah daerah masih dapat berfungsi. Walaupun skalanya luas, tidak sebesar tsunami Aceh yang hanya terpusat di Banda Aceh dan Meulaboh,” jelasnya.

    Jusuf Kalla menambahkan bahwa beban penanganan bencana seringkali berat karena kerusakan infrastruktur yang masif. Oleh sebab itu, ia menilai penting bagi pemerintah memperkuat sistem dan koordinasi lintas sektor agar respons bencana dapat lebih cepat dan tepat.

    Penghargaan yang diterima Jusuf Kalla diberikan atas dedikasinya dalam bidang kemanusiaan dan upaya perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*)

  • Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

    Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi melepas 100 orang tenaga kesehatan untuk diperbantukan dalam penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin, 8 Desember 2025.

    Selain tim medis, Pemprov Sulsel juga mengalokasikan tambahan biaya operasional sebesar Rp1 miliar yang difokuskan untuk pengadaan obat-obatan serta kebutuhan logistik kesehatan lainnya.

    Pelepasan ini berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel dan menjadi bentuk nyata kepedulian Sulsel terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah paling parah di Provinsi Aceh.

    Tambahan personel kesehatan ini dikirim sebagai tindaklanjut dari surat resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kepada Pemprov Sulsel, yang meminta dukungan tenaga medis akibat tingginya kebutuhan layanan kesehatan pasca-bencana.

    Tim kesehatan yang diberangkatkan terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan apoteker yang berasal dari beberapa kabupaten/kota serta dari jajaran tenaga kesehatan Pemprov Sulsel.

    Andi Sudirman mengatakan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak menjadi prioritas utama. Tim ini akan bertugas memberikan pelayanan medis secara langsung, memastikan ketersediaan obat-obatan, dan membantu pemulihan kesehatan masyarakat di daerah yang terdampak paling berat.

    “Mereka akan bertugas memberikan pelayanan medis, memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terpenuhi, dan memperkuat upaya kemanusiaan di daerah tersebut. Semoga seluruh tim diberi kemudahan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” terang Andi Sudirman.

    Pelepasan ini menjadi langkah cepat Pemprov Sulsel dalam merespons bencana lintas daerah serta wujud solidaritas antar-provinsi. Hingga saat ini, Tim Medis dan kedaruratan dari Pemprov Sulsel juga masih terus bergerak membantu warga yang terdampak bencana, baik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

  • Ketum DMI Jusuf Kalla Bahas Penguatan Dakwah dan Bantuan Rehabilitasi Masjid Yang Terdampak Banjir Sumatera dan Aceh dengan Sekjen Liga Muslim Dunia

    Ketum DMI Jusuf Kalla Bahas Penguatan Dakwah dan Bantuan Rehabilitasi Masjid Yang Terdampak Banjir Sumatera dan Aceh dengan Sekjen Liga Muslim Dunia

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menerima Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al-Alam Al-Islami), Syaikh Mohammad Abdulkarim Al-Issa, di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu malam (07/12/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah upaya yang sedang dilakukan DMI dalam memperkuat peran dan pengembangan dakwah Islam di Indonesia. Selain itu, ia juga memaparkan kondisi masjid-masjid yang terdampak musibah di berbagai wilayah.

    “Kami membicarakan berbagai upaya untuk mewujudkan perkembangan Islam di Indonesia, sekaligus membahas musibah yang menyebabkan banyak masjid rusak,” ujar JK.

    Selain isu dalam negeri, keduanya membahas peran Indonesia dalam mendorong perdamaian di kawasan dunia Islam, termasuk Thailand Selatan, Afganistan, dan beberapa wilayah konflik lainnya. Menurut JK, Syaikh Al-Issa menyambut baik berbagai inisiatif perdamaian yang selama ini dilakukan Indonesia.

    “Beliau juga menyinggung para mahasiswa asal Afganistan yang belajar di sini dan menyampaikan keinginannya untuk memberi lebih banyak dukungan,” tambah JK.

    Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah komitmen bantuan untuk rehabilitasi masjid yang rusak akibat bencana, termasuk di wilayah Bintan, Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah di Sumatera.

    “Beliau akan ikut membantu rehabilitasi masjid-masjid yang terdampak,” kata JK.

    Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen kerja sama lanjutan antara DMI dan Liga Muslim Dunia, terutama dalam bidang kemanusiaan serta penguatan dakwah Islam yang moderat.(*)

  • PMI Berangkatkan Kapal Kemanusiaan Bawa 60 Tangki Air dan Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

    PMI Berangkatkan Kapal Kemanusiaan Bawa 60 Tangki Air dan Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan berisi berbagai bantuan logistik untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemberangkatan dilakukan dari Dermaga 5 IKT Domestik Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (6/12/2025), melalui kerja sama dengan Kalla Lines.

    Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Asmawi Syam, mengatakan pengiriman ini menjadi tahap awal respons PMI terhadap kondisi darurat di tiga provinsi terdampak. “Kapal ini membawa 31 tangki air bersih untuk melengkapi 29 tangki yang sudah lebih dulu berada di lokasi, sehingga totalnya 60 tangki,” ujarnya.

    Selain tangki air, PMI mengirim berbagai perlengkapan penting antara lain:

    * 40 unit talpon
    * 200 tandon air
    * 10.000 kompor dan 10.000 regulator
    * 50.000 sarung
    * 10.000 bungkus mi instan dan 10.000 mi cup
    * 10.000 karung beras
    * 17.000 potong pakaian baru
    * 6.000 masker kain
    * 600 sprayer
    * 600 terpal
    * 1.000 paket baby kit
    * 1.000 paket clinic kit
    * 2.000 paket hygiene kit

    Sebanyak 88 personel PMI turut ditugaskan untuk mengawal distribusi serta memperkuat pelayanan di daerah terdampak.

    Kapal dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB dan menempuh rute Jakarta–Belawan–Lhokseumawe–Banda Aceh dengan estimasi perjalanan empat hari. Pengiriman kebutuhan untuk Sumatera Barat akan dilakukan pada tahap berikutnya melalui jalur darat maupun laut. PMI juga menyiapkan pembelian barang secara lokal khusus untuk wilayah Sumbar karena akses logistik lebih memungkinkan.

    Untuk kebutuhan darah, PMI telah mengirimkan 1.500 kantong melalui jalur udara agar dapat diterima lebih cepat oleh fasilitas pelayanan kesehatan di daerah bencana.

    Asmawi menjelaskan bahwa bantuan air bersih menjadi prioritas, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan pembersihan rumah yang tertutup lumpur. PMI Provinsi bersama PDAM setempat juga menyiapkan sumber air melalui sekitar 60 unit pompa air.

    Ia menegaskan bahwa PMI akan tetap berada di wilayah terdampak hingga tahap rehabilitasi. “Sesuai arahan Ketua Umum Bapak Jusuf Kalla, PMI akan berada di tiga daerah ini minimal satu tahun,” katanya.

    PMI berharap seluruh logistik dapat tiba sesuai jadwal dan segera didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak melalui PMI daerah, yang memiliki data kebutuhan paling mendesak .(*)

  • Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

    Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

    MAKASSAR, MA’LUMAT.ID — Dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025, lebih dari 400 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kota Makassar secara serentak melaksanakan kegiatan bertema “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dari Sekolah untuk Makassar dan Gerakan Makan Buah Serentak”, Selasa (2/12/2025).

    Ribuan peserta didik mengikuti kegiatan ini langsung di sekolah masing-masing, yang dipandu secara terpusat melalui Zoom Meeting.

    Gerakan besar ini diinisiasi oleh
    Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

    Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Forum K3S serta pegiat lingkungan dan komunitas pembuat Eco enzym di Kota Makassar.

    Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Hari Guru adalah waktu yang tepat untuk menguatkan kembali nilai-nilai pendidikan karakter.

    Lanjut dia, Pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebiasaan baik sejak dini.

    “Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak kita,” ujarnya.

    Melinda, yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, menambahkan bahwa gerakan pembuatan 10.000 liter Eco enzym adalah bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menjaga lingkungan.

    Menurutnya, melibatkan anak-anak sejak dini dalam aksi peduli lingkungan akan menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan kota.

    Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan ketulusan mereka dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, berakhlak, sehat, dan peduli lingkungan.

    “Kami berharap kegiatan ini bermanfaat, dan komitmen untuk terus belajar dan menjaga kota kita bersama,” pungkasnya.

    Melalui gerakan sederhana namun berdampak besar ini, Makassar kembali menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah, dan dari tangan para guru yang menanamkan cinta pada bumi sejak usia dini.

    Pembukaan kegiatan melalui zoom meeting tersebut juga dihadiri oleh anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, di antaranya Fadly Arifuddin, Marini Ambo Wellang, dan Mashud Azikin.

    Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa gerakan kolaboratif “Pembuatan 10.000 Liter EcoEnzym dan Gerakan Makan Buah Serentak”, ini bertujuan mengajak anak-anak memahami pengelolaan sampah organik sejak dini, sekaligus mengurangi volume sampah buah yang dihasilkan di sekolah.

    Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta didik diajak untuk mempraktikkan langsung bagaimana kulit buah dapat diolah menjadi ecoenzym yang bermanfaat bagi pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah.

    “Selain itu, gerakan ini sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan makan buah setiap hari,” katanya.

    Seluruh proses dipandu oleh guru pendamping yang sebelumnya telah mengikuti Technical Meeting dan menerima SOP pelaksanaan dari panitia.

    Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi lintas sekolah ini. Menurut Achi, keterlibatan serentak ratusan SD menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga berlatih mengurangi sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana tetapi bermakna.

    Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menuju Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mendukung visi besar menjadikan Makassar sebagai Kota Lumbungnya Organik Dunia.

    “Seluruh ecoenzym yang dihasilkan akan dihimpun dan dimanfaatkan dalam berbagai program lingkungan kota, di antaranya pembersihan saluran, perawatan taman kota, serta kegiatan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

    Pada momentum Hari Guru Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar bersama Forum K3S menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh guru yang terus menghadirkan inovasi pembelajaran.

    Kegiatan ekologis seperti ini dinilai sebagai wujud nyata dedikasi guru dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan.

    Ditambahkan, hari Guru bukan hanya momentum merayakan peran pendidik, tetapi juga menginspirasi langkah nyata.

    “Dengan ecoenzym, guru-guru Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan menghasilkan manfaat besar bagi kota,” pungkasnya.