Kategori: Daerah

  • Gubernur Sulsel Implementasikan Gerakan ASRI Lewat Anti Mager dan Korve Bersama Masyarakat

    Gubernur Sulsel Implementasikan Gerakan ASRI Lewat Anti Mager dan Korve Bersama Masyarakat

    Makassar, Inilah.co.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong budaya hidup sehat dan peduli lingkungan melalui Anti Malas Gerak (Anti Mager) dan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) bersama masyarakat dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel.

    Kegiatan ini diawali dengan melakukan Jalan Sehat Anti Mager yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel dalam memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Minggu (8/2/2026).

    Andi Sudirman mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk memasyarakatkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik sederhana, kebersihan lingkungan, serta kepedulian terhadap alam.

    “Ayo seluruh warga kami tercinta, mari memasyarakatkan pola hidup sehat dengan jalan sehat anti mager, bersih-bersih dan tanam pohon,” ujar Andi Sudirman.

    Selain jalan sehat, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya di bidang kesehatan.

    Usai kegiatan jalan sehat, Andi Sudirman bersama jajaran OPD melanjutkan agenda korve atau kerja bakti bersih-bersih dan penanaman sejumlah bibit pohon tabebuya di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar. (*)

  • Wali Kota Munafri Tegaskan Kolaborasi dengan Muhammadiyah Bangun Kota, Siapkan Generasi Qurani

    Wali Kota Munafri Tegaskan Kolaborasi dengan Muhammadiyah Bangun Kota, Siapkan Generasi Qurani

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Makassar yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara, Sabtu (27/11/2025).

    Acara yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini turut dihadiri Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Arifuddin Ahmad, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar KH. Muhammad Said Abdul Shamad, Direktur PP Darul Arqam Gombara Muhammad Syaikhul Saleh.

    Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada keluarga besar Muhammadiyah yang telah memberi ruang dan kesempatan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk hadir bersama dalam momentum Milad ke-113 Muhammadiyah.

    Ia menegaskan, kehadiran Muhammadiyah memiliki makna strategis bagi pembangunan Kota Makassar. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan salah satu pilar utama pembangunan masyarakat, bukan hanya di tingkat kota, tetapi juga nasional.

    “Tanpa kehadiran Muhammadiyah, pembangunan di Kota Makassar akan terasa kurang lengkap. Muhammadiyah memiliki kekuatan besar melalui kader-kader terbaiknya yang aktif dan konsisten dalam proses pembangunan bangsa,” ujarnya.

    Munafri menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Muhammadiyah. Ia menyebut pemerintah memiliki peran sebagai regulator, namun keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah.

    Ia juga mengajak Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor pembangunan di Kota Makassar, mulai dari pembangunan sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

    Dengan jumlah penduduk Makassar mencapai sekitar 1,4 juta jiwa dan anggaran pembangunan daerah yang besar, Munafri menilai terbuka peluang luas bagi kolaborasi yang saling menguatkan, selama dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

    “Pemerintah Kota Makassar membuka ruang seluas-luasnya. Peluang itu ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama menangkap dan mengelolanya dengan baik,” tegasnya.

    Munafri lalu menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat. Ia mendorong Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam jalur-jalur ekonomi yang ada di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

    Selain itu, Ia menekankan urgensi menjaga dan mengamankan aset-aset keumatan, khususnya rumah ibadah dan lembaga pendidikan. Ia mengungkapkan masih banyak masjid di Kota Makassar yang belum tersertifikasi, sehingga rawan terhadap sengketa dan praktik mafia tanah.

    “Ini harus kita jaga bersama. Pemerintah sangat berharap keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam upaya perlindungan aset umat demi kepentingan bangsa dan generasi mendatang,” katanya.

    Menutup sambutannya, Munafri menyampaikan ucapan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia berharap Muhammadiyah terus tumbuh menjadi organisasi yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi warganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Makassar.

    “Pemerintah Kota Makassar sangat berharap Muhammadiyah terus menjadi mitra strategis dalam membangun kota ini, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

  • Sukses dan Berkelas, Makassar Urban Heritage City Rally 2025 Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

    Sukses dan Berkelas, Makassar Urban Heritage City Rally 2025 Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Antusiasme peserta mewarnai pelaksanaan Makassar Urban Heritage City Rally 2025 yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Makassar. Sejak pagi hari, meski diguyur hujan, puluhan peserta tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan jelang rally hingga briefing teknis sebelum rally dimulai.

    Sebanyak 55 peserta hadir dengan penuh semangat,yang terbagi dalam tujuh kategori, yakni Umum (Seeded/Non Seeded) Pemula (Non Seeded), Wanita, Family, Budaya (SKPD), Electric Vehicle dan Team Club.

    Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap event yang memadukan olahraga otomotif, edukasi budaya, dan kampanye keselamatan berlalu lintas.

    Deretan mobil listrik dan kendaraan keluaran terbaru sempat memadati pelataran Museum Kota Makassar, Sabtu (13/12) pagi. Namun perhatian tertuju pada satu peserta dengan kendaraan klasik yang tampil sederhana namun memikat. Sebuah Plymouth keluaran tahun 1951, dengan bodi kusam dan tampilan apa adanya, terparkir gagah di tengah rintik hujan.

    Mobil klasik berjuluk “Si Buluk” itu merupakan milik Ahmad Saehu Abbas, yang akrab disapa Chiuk. Kendaraan asal Amerika Serikat tersebut menjadi salah satu ikon pembuka Makassar Urban Heritage City Rally 2025 sekaligus mewakili Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Sulawesi Selatan, organisasi otomotif klasik yang telah eksis sejak 1979.

    Kehadiran mobil klasik ini memberi warna tersendiri dan menegaskan semangat pelestarian sejarah otomotif sejalan dengan konsep urban heritage yang diusung rally kali ini.

    Antusiasme peserta juga tercermin dari harapan agar ajang ini terus dikembangkan. Salah seorang peserta dari Makassar Old Car Community, Hery Ponawar. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas penyelenggaraan rally.

    “Event ini sangat menarik, rutenya tertata, konsep budayanya kuat, dan pengemasannya profesional. Ke depan, kami berharap Makassar Urban Heritage City Rally bisa ditingkatkan menjadi kejuaraan nasional, karena potensinya sangat besar,” ujarnya usai lomba.

    Selain itu, seorang pebalap perempuan, Andhita Taffeta Salwa  yang turut ambil bagian dalam event ini, dan masuk Kartegori Kelas Wanita menilai rally ini tidak hanya menantang, tetapi juga sarat nilai edukasi.

    “Kegiatan ini sangat edukatif dan punya nilai sejarah yang kuat. Kita tidak hanya berkendara, tapi juga belajar tentang warisan budaya Kota Makassar. Harapannya, event seperti ini sering-sering digelar di Makassar,” tuturnya.

    Sementara itu, Kadis Kebudayaan Kota Makassar Andi Patiware, S.STP., M.M dalam sambutannya mewakili Walikota Makassar, menyampaikan jika Rally ini merupakan kegiatan edukasi budaya yang sangat asik, dimana peserta diajak rekreasi yang penuh edukasi budaya dibalut dalam event otomotif.

    “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan menelusuri titik-titik heritage, kita diajak untuk mengenal sejarah sekaligus memperkuat komitmen menjaga identitas Kota Makassar,” ujar Andi Patiware saat membacakan sambutan Walikota Makassar.

    Ia juga mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, khususnya Ikatan Motor Indonesia (IMI) Makassar yang sangat berperan dalam mensukseskan acara rally ini. Menurutnya, kegiatan tersebut turut memperkuat citra Makassar sebagai kota heritage yang modern, inklusif, dan berbudaya.

    “Terima kasih kepada panitia, Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta seluruh komunitas yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam mendorong kemajuan kebudayaan,” jelasnya.

    Hadir diacara ini, Ahmad Namsung, SAg, M.M Staf Ahli Bidang  Pemerintahan, Hukun dan Politik yang mewakili Walikota Makassar untuk membuka event  sekakigus melepas start peserta.

    Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai komunitas otomotif, Makassar Urban Heritage City Rally 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan unggulan yang memperkuat citra Makassar sebagai kota yang mampu memadukan budaya, sejarah, dan otomotif dalam satu perhelatan berkelas.

    Ketua Panitia Pelaksana, Irsal Ohorella usai Pengumuman Pemenang Rally ini menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah ambil bagian dan semua pihak yang terlibat.Terkhusus pihak Pemkot Makassar melalui Dinas Kebudayaan yang menggagas dan mendukung penuh kegitan ini.

    Ical sapaan akrabnya berharap event seperti ini dapat digelar rutin sebagai sarana promosi budaya dan sejarah kota Makassar, meningkatkan citra sebagai kota Berbudaya dan sekaligus menyalurkan hoby bagi para pecinta otomotif di Kota Makassar.

    “Saya dan seluruh panitia yang terlibat dalam event ini mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, Alhamdilillah semua berjalan sesuai dengan perencanaan, lancar dan aman selama pelaksanaan. Semoga peserta dan pecinta Otomotif enjoy dengan event Ini”, jelas Ical.

    Berikut Daftar Juara Makassar Urban Heritage City Rally 2025.

    KATEGORI UMUM (SEEDED/NON SEEDED)
    1. Gery Risanto (Driver), Irwinda Syahid (Navigator): Mitsubishi Destinator
    2. Ardiandyah (Driver), Ananda FM (Navigator): Honda Brio
    3. R. Edy Soeharto (Driver), Aditya Derilyawan (Navigator): Wuling Convero
    4. Eva (Driver), A.Emma (Navigator): Mitsubishi Expander
    5. M. Taufiq (Driver), M Sidik (Navigator): Datsun Sedan
    6. Malik Abbas (Driver), A. Enyo (Navigator): Honda Freed
    7. Andhita Taffeta Salwa (Driver), Stefanie (Navigator): Honda Wrv
    8. Yuhardin (Driver), Maryani (Navigator): BYD Atto 1
    9. Andy Pratama Abdullah (Driver), Eka S Nur Rahman (,Navigator): Mitsubishi Xpander Crosa
    10. M.Hanifur Rosyidin/Tobi (Driver), Fadli Syam (Navigator): BYD Atto 1

    KATEGORI NON SEEDED
    1. Ardiansyah (Driver), Ananda FM (Navigator): Honda Brio
    2. R. Edy Soeharto (Driver), Aditya Derilyawan (Navigator): Wuling Convero
    3. Eva (Driver), A. Emma (Navigator) : Mitsubishi Expander

    KATEGORI WANITA
    1. Andhita Taffeta Salwa (Driver), Stefanie (Navigator): Honda Wrv
    2. Andi Ajustina Anshar Nirmala (Driver), Farah Sakinah (Navigator): Honda Freed

    KATEGORI FAMILY
    1. R. Edy Soeharto (Driver), Aditya Derilyawan (Navigator): Wuling Convero
    2. Yuhardin (Driver), Maryani (Navigator) : BYD Atto 1
    3. Andy Pratama Abdullah (Driver), Eka S Nur Rahman (Navigator) : Mitsubishi Expander Cross

    KATEGORI BUDAYA
    1. Muh. Ruslan Rasyid (Driver), Abd Razak Rasyid (Navigator) : Honda City Gm2
    2. Muhammad Gifari Hamid (Driver), Fadly (Navigator): Daihatsu Luxio
    3. Dawam Abdillah S (Driver), Muh. Athallah Ariq (Navigator) : Avanza Veloz

    KATEGORI EV
    1. Yuhardin (Driver), Maryani (Navigator) : Byd Atto 1
    2. M.Hanifur Rosyidin/Tobi (Driver), Fadli Syam (Navigator): BYD Atto 1
    3. Awi (Driver), Alfin Perkasa (Navigator): Byd Seal

    KATEGORI TEAM CLUB
    1. IKA SPENSA MKS (40,41,42)
    2. PPMKI SULSEL (01,18,39)
    3. MAKASSAR OLD CAR (20,31,35)

  • Penguatan Moral Generasi Muda,FKTPQ-Pemkot Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an di Makassar

    Penguatan Moral Generasi Muda,FKTPQ-Pemkot Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an di Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Dewan Pengukuhan Pengurus Kota, Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (DPK FKTPQ), Kota Makassar melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (18/12/2025).

    Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Wisuda Santri FKPTQ ke-54 sekaligus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Literasi Al-Qur’an di Kota Makassar.

    Dalam pertemuan itu, Pengurus FKTPQ menyampaikan undangan resmi kepada Wali Kota Makassar untuk hadir dan memberikan motivasi kepada para santri pada kegiatan Wisuda Santri FKPTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember 2025 mendatang.

    Ketua FKTPQ Kota Makassar, Rintoh Rachim, mengatakan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk komunikasi kelembagaan antara FKTPQ dan Pemerintah Kota Makassar.

    “Kami dari Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an Kota Makassar datang bersilaturahmi sekaligus mengundang Bapak Wali Kota untuk hadir dan memberikan motivasi kepada santri-santri kita pada tanggal 30 Desember nanti, dalam acara Wisuda Santri FKTPQ ke-54,” ujar Rintoh.

    Selain undangan wisuda, FKTPQ juga menyampaikan permohonan kepada Wali Kota Makassar agar segera menerbitkan Perwali tentang Literasi Al-Qur’an.

    Menurut Rinto, regulasi tersebut sangat penting sebagai dasar hukum bagi penguatan pendidikan keagamaan di Kota Makassar.

    “Kami juga memohon kepada Bapak Wali Kota agar dapat sesegera mungkin menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait literasi Al-Quran,” jelasnya.

    Perwali ini nantinya akan menjadi dasar acuan bagi seluruh peserta didik di Makassar yang beragama Islam.

    Di mana saat masuk ke satuan pendidikan formal diharapkan memiliki ijazah mengaji sebagai salah satu syarat penerimaan peserta didik baru.

    Rintoh menegaskan, aturan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini.

    Ia menyebut, penguatan nilai-nilai keagamaan melalui literasi Al-Qur’an menjadi salah satu solusi strategis dalam membangun karakter anak-anak Makassar.

    Aturan ini sangat urgent. Bapak Wali Kota juga tadi menyampaikan bahwa Kota Makassar memang membutuhkan penguatan moral.

    “Banyak kejadian-kejadian yang membuat kita sedih, sehingga penguatan nilai keagamaan menjadi sangat penting,” ungkapnya.

    Dalam audiensi tersebut, kata dia Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan dukungannya terhadap program dan kegiatan FKTPQ, termasuk rencana Wisuda Santri dan penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.

    “Harapan kami tentu Bapak Wali Kota dapat mendukung penuh FKTPQ. Karena tanpa dukungan pemerintah, kami sebagai organisasi keagamaan tentu akan mengalami keterbatasan dalam berkembang,” harap Rintoh.

    Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut memberikan optimisme bagi FKTPQ, karena Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen untuk berjalan bersama dalam membangun generasi muda yang berakhlak dan berkarakter Qur’ani.

    “Alhamdulillah, dari pertemuan tadi, Bapak Wali Kota sangat mendukung kegiatan FKTPQ dan menyatakan siap berjalan bersama,” terangnya.

    “Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembinaan keagamaan di Kota Makassar,” tutupnya. (*)

  • Di Tengah Duka Nasional, Pemkot  Makassar Pilih Doa di Malam Tahun Baru, Walikota Larang Petasan dan Konvoi

    Di Tengah Duka Nasional, Pemkot  Makassar Pilih Doa di Malam Tahun Baru, Walikota Larang Petasan dan Konvoi

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah tegas, melarang penggunaan kembang petasan dan konvoi kendaraan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta menumbuhkan rasa empati terhadap masyarakat yang tengah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.

    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melarang warga membunyikan kembang petasan serta melakukan konvoi kendaraan saat perayaan pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.

    Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, serta menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatra dan Aceh.

    Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan.

    Ia menegaskan, perayaan tanpa petasan, konvoi, knalpot bising, maupun kerumunan terpusat di satu lokasi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar.

    “Jadi, kami menghimbau bersama-sama dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolrestabes Makassar, dan juga akan berkoordinasi dengan pak Dandim Kota Makassar, bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memastikan tidak ada petasan di malam tahun baru,” tegas Munafri, di Media Center Balai Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).

    Menurutnya, kembang api dan penggunaan petasan tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga bertentangan dengan nilai empati di tengah musibah yang sedang dialami sebagian masyarakat Indonesia.

    “Artinya satu, petasan ini bisa mengganggu ketertiban lingkungan, dan yang kedua ini adalah wujud empati kita kepada saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah, khususnya di Sumatra Aceh,” jelasnya.

    Di tengah duka yang masih menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Pemerintah Kota Makassar mengajak warganya menyambut Tahun Baru 2025 ke 2026 dengan cara yang lebih sederhana dan penuh kepedulian.

    Munafri, menegaskan larangan petasan dan konvoi kendaraan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketertiban sekaligus solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatra dan Aceh.

    Selain menjaga, keamanan dan ketertiban umum, kebijakan tersebut juga dinilai efektif dalam mencegah kemacetan serta gangguan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar yang kerap terjadi saat malam pergantian tahun.

    “Jadi mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian bagi seluruh warga Kota Makassar untuk tidak melaksanakan perayaan tahun baru secara berlebihan,” tambah orang nomor satu Kota Makassar itu.

    Munafri memastikan bahwa seluruh perangkat pemerintah hingga ke tingkat wilayah akan dilibatkan dalam pengawasan dan antisipasi di lapangan.

    Mulai dari Satpol PP, camat, hingga lurah akan diminta aktif memastikan kebijakan tersebut berjalan dengan baik di wilayah masing-masing.

    “Pasti, semua perangkat termasuk Satpol PP, lurah, dan camat akan dilibatkan untuk memastikan larangan  ini dipatuhi semua, khusus anak-anak muda,” imbuh Appi.

    “Kami juga akan berkoordinasi lebih lanjut, dan dalam waktu dekat akan bertemu dengan Polrestabes dan Bapak Dandim untuk memastikan pengamanan malam tahun baru,” sambung mantan Bos PSM itu.

    Sebagai alternatif perayaan, Pemerintah Kota Makassar akan menggelar doa dan zikir bersama pada malam pergantian tahun.

    Kegiatan tersebut menjadi simbol solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus ajakan untuk mengawali tahun baru dengan refleksi dan kebersamaan.

    “Pergantian tahun kita isi dengan doa bersama, agar Makassar dijauhkan dari bencana dan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Munafri.

    Ia menjelaskan, zikir bersama tersebut direncanakan berlangsung pada malam pergantian tahun. Setelah kegiatan doa, masyarakat diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dan merayakan tahun baru bersama keluarga.

    “Rencananya di malam pergantian tahun, Pemerintah Kota Makassar akan melakukan zikir bersama. Setelah itu, kita pulang ke tempat tinggal masing-masing untuk merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga,” pungkasnya. (*)

  • Wali Kota Munafri Usulkan Program FKUB Lakukan Doa Bersama Lintas Agama di Kota Makassar

    Wali Kota Munafri Usulkan Program FKUB Lakukan Doa Bersama Lintas Agama di Kota Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama stabilitas sosial dan iklim investasi daerah.

    Hal tersebut disampaikan Munafri saat membuka Rapat Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar yang bertajuk “Memperkuat Ekosistem dan Pemajuan Kebijakan Inklusif Daerah” di Hotel Sultan Alauddin, Senin (15/12/2025).

    Dalam arahannya, Munafri terlebih dahulu mengapresiasi FKUB Kota Makassar atas capaian Harmony Award yang berhasil diraih baru-baru ini.

    Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata dari kerja kolektif seluruh elemen lintas agama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Kota Makassar.

    “Meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan. Tantangan kita ke depan justru lebih besar. Harmony Award ini harus kita jaga dengan kerja nyata di tengah masyarakat,” tegas Munafri.

    Ia mengakui, terlepas dari Harmoni Award yang di peroleh, Ia mengakui bahwa sejatinya persoalan sosial dan keagamaan tetap ada, namun dapat diredam berkat kekompakan dan kebersamaan antarumat beragama.

    Oleh karena itu, FKUB Kota Makassar memiliki peran strategis sebagai ruang dialog sekaligus penyangga stabilitas sosial di Kota Makassar.

    Pada kesempatan yang sama, Munafri juga mendorong gagasan program doa bersama lintas agama yang digelar secara rutin setiap bulan dengan sistem tuan rumah bergilir dari setiap agama.

    Ia mendorong upaya menjaga harmoni yang tidak hanya dilakukan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui pendekatan spiritual.

    “Kita harus perlihatkan bahwa kota ini benar-benar ingin aman, tenteram, dan damai. Bukan hanya lewat kegiatan lapangan, tapi juga lewat doa-doa bersama,” katanya.

    Pada aspek penguatan kelembagaan, Munafri mendorong FKUB memiliki saluran komunikasi resmi, termasuk media portal sendiri. Ia menilai hal ini penting untuk menangkal hoaks, isu provokatif, dan upaya adu domba yang kerap memanfaatkan isu keagamaan.

    “Kalau ada persoalan, harus ada corong resmi. Kalau keluar dari media FKUB, itu berarti pernyataan resmi,” jelasnya.

    Lebih jauh, Munafri menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam memperkuat kerangka regulasi keberagaman. Ia memastikan inisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang keberagaman akan mulai disiapkan tahun depan, diawali dengan penguatan regulasi melalui keputusan atau surat keputusan wali kota.

    “Kalau kita tidak mulai, ini tidak akan pernah ada. Regulasi yang kuat adalah bentuk kehadiran negara dalam menjaga kerukunan,” tegasnya.

    Munafri berharap rapat kerja FKUB mampu melahirkan program-program konkret yang menempatkan nilai toleransi dan harmoni sebagai puncak praktik kehidupan bermasyarakat di Kota Makassar.

    Rapat kerja tersebut turut dihadiri Direktur Setara Institute Jakarta Halili Hasan secara daring, Kepala Kemenag Makassar Muhammad, Kepala Tim Layanan dan Pengembangan Usaha RRI Makassar Yusra, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kota Makassar, serta tokoh lintas agama Kota Makassar. (*)

  • Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

    Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

    MALUMAT.ID, ACEH – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin langsung penyaluran bantuan kepada korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis, 11 Desember 2024.

    Bersama Tim Pemprov Sulsel dan didampingi unsur Forkopimda terkait, Andi Sudirman berangkat menuju lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

    “Bismillah, kami bersama Tim Pemprov Sulsel dan 100 tenaga kesehatan, terdiri dari 23 spesialis, 77 tenaga medis, serta membawa setengah ton obat-obatan dan beberapa kendaraan logistik, siap untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Andi Sudirman.

    Tim yang diberangkatkan juga membawa peralatan dan perlengkapan logistik lengkap, termasuk genset untuk pasokan listrik, dapur umum, serta posko medis untuk pelayanan kesehatan.

    Sebelum keberangkatan, seluruh tim melakukan penyortiran logistik dan briefing teknis agar seluruh bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran.

    Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan.

    “Tim akan mendirikan 14 posko lengkap listrik genset, dapur umum, pokja medis dan obat,” tambah Andi Sudirman.

    Bantuan yang diberikan oleh Pemprov Sulsel diharapkan dapat meringankan penderitaan masyarakat Aceh Tamiang yang tengah menghadapi bencana alam, serta memberikan dukungan medis yang sangat dibutuhkan selama masa tanggap darurat.(*)

  • Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel

    Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel di Ruang Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (2/12/2025).

    Audiensi ini digelar dalam rangka menyampaikan rencana Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang mengusung tema “Guru Dicintai Indonesia Berkah.”

    Pada kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan Pendidikan Al-Insyirah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar karena telah menerima mereka.

    Yayasan yang telah berdiri sejak tahun 1994 ini menaungi jenjang TK, SD, SMP, hingga Boarding School, serta memiliki lebih dari 600 siswa.

    Mereka juga memaparkan perjalanan Program Perpustakaan Lorong yang telah dijalankan sejak tahun 2010 dan berharap dukungan Pemkot Makassar semakin diperkuat, termasuk pemberian apresiasi terhadap peran yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi.

    Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan apresiasi atas berbagai kontribusi yang telah diberikan Yayasan Al-Insyirah.

    “Terima kasih atas silaturahminya. Pemerintah Kota Makassar mengapresiasi langkah-langkah Yayasan Pendidikan Al-Insyirah yang terus konsisten membangun pendidikan dan literasi. Kami selalu membuka ruang kolaborasi dan sinergi untuk setiap kegiatan positif yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

    Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspansari Abady, turut menambahkan bahwa Dinas Perpustakaan juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Al-Insyirah yang telah menghasilkan tiga buku karya internal.

    Ia menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan akan mencatat yayasan tersebut sebagai binaan resmi, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan akreditasi.

    Aryati juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Dinas Perpustakaan akan menghadirkan wadah khusus bagi para penulis, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Program lisensi buku yang sempat terhenti pada 2022 akibat efisiensi anggaran juga akan kembali dijalankan tahun depan.

    Dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kepala Bidang SMP Syarifuddin mengungkapkan bahwa pihaknya pada 2026 akan memperkuat program pengembangan literasi bagi guru, mendorong para pendidik untuk menulis dan menghasilkan karya-karya yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.

    Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan literasi di Kota Makassar, sekaligus menyukseskan Peringatan Hari Guru Nasional 2025.

    Turut hadir, Kepala Bidang SMP Syarifuddin, Kepala Dinas Perpustakaan Aryati Puspansari Abady, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (diwakili), PPTK Bina Mental Spiritual Andi Ali Harpan.

    Dari Perwakilan Yayasan Pendidikan Al-Insyirah Sulsel hadir, Direktur Pendidikan Yayasan Al-Insyirah Drs. Junaedi, Bagian SDM SIT Al-Insyirah Rahim Mayau, Manager Dapodik SIT Al-Insyirah Fitri Muhnadhia, Kepala Sekolah SDIT Al-Insyirah Herawati, dan Guru Bahasa Inggris & Tim Literasi Ilmiyah. (*)

  • Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

    Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym

    MAKASSAR, MA’LUMAT.ID — Dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025, lebih dari 400 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kota Makassar secara serentak melaksanakan kegiatan bertema “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dari Sekolah untuk Makassar dan Gerakan Makan Buah Serentak”, Selasa (2/12/2025).

    Ribuan peserta didik mengikuti kegiatan ini langsung di sekolah masing-masing, yang dipandu secara terpusat melalui Zoom Meeting.

    Gerakan besar ini diinisiasi oleh
    Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

    Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Forum K3S serta pegiat lingkungan dan komunitas pembuat Eco enzym di Kota Makassar.

    Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Hari Guru adalah waktu yang tepat untuk menguatkan kembali nilai-nilai pendidikan karakter.

    Lanjut dia, Pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebiasaan baik sejak dini.

    “Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak kita,” ujarnya.

    Melinda, yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, menambahkan bahwa gerakan pembuatan 10.000 liter Eco enzym adalah bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menjaga lingkungan.

    Menurutnya, melibatkan anak-anak sejak dini dalam aksi peduli lingkungan akan menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan kota.

    Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan ketulusan mereka dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, berakhlak, sehat, dan peduli lingkungan.

    “Kami berharap kegiatan ini bermanfaat, dan komitmen untuk terus belajar dan menjaga kota kita bersama,” pungkasnya.

    Melalui gerakan sederhana namun berdampak besar ini, Makassar kembali menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah, dan dari tangan para guru yang menanamkan cinta pada bumi sejak usia dini.

    Pembukaan kegiatan melalui zoom meeting tersebut juga dihadiri oleh anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, di antaranya Fadly Arifuddin, Marini Ambo Wellang, dan Mashud Azikin.

    Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa gerakan kolaboratif “Pembuatan 10.000 Liter EcoEnzym dan Gerakan Makan Buah Serentak”, ini bertujuan mengajak anak-anak memahami pengelolaan sampah organik sejak dini, sekaligus mengurangi volume sampah buah yang dihasilkan di sekolah.

    Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta didik diajak untuk mempraktikkan langsung bagaimana kulit buah dapat diolah menjadi ecoenzym yang bermanfaat bagi pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah.

    “Selain itu, gerakan ini sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan makan buah setiap hari,” katanya.

    Seluruh proses dipandu oleh guru pendamping yang sebelumnya telah mengikuti Technical Meeting dan menerima SOP pelaksanaan dari panitia.

    Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi lintas sekolah ini. Menurut Achi, keterlibatan serentak ratusan SD menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga berlatih mengurangi sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana tetapi bermakna.

    Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menuju Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mendukung visi besar menjadikan Makassar sebagai Kota Lumbungnya Organik Dunia.

    “Seluruh ecoenzym yang dihasilkan akan dihimpun dan dimanfaatkan dalam berbagai program lingkungan kota, di antaranya pembersihan saluran, perawatan taman kota, serta kegiatan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

    Pada momentum Hari Guru Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar bersama Forum K3S menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh guru yang terus menghadirkan inovasi pembelajaran.

    Kegiatan ekologis seperti ini dinilai sebagai wujud nyata dedikasi guru dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan.

    Ditambahkan, hari Guru bukan hanya momentum merayakan peran pendidik, tetapi juga menginspirasi langkah nyata.

    “Dengan ecoenzym, guru-guru Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan menghasilkan manfaat besar bagi kota,” pungkasnya.