Penulis: Redaksi Malumat

  • Di Tengah Duka Nasional, Pemkot  Makassar Pilih Doa di Malam Tahun Baru, Walikota Larang Petasan dan Konvoi

    Di Tengah Duka Nasional, Pemkot  Makassar Pilih Doa di Malam Tahun Baru, Walikota Larang Petasan dan Konvoi

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah tegas, melarang penggunaan kembang petasan dan konvoi kendaraan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta menumbuhkan rasa empati terhadap masyarakat yang tengah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.

    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melarang warga membunyikan kembang petasan serta melakukan konvoi kendaraan saat perayaan pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.

    Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, serta menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatra dan Aceh.

    Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan.

    Ia menegaskan, perayaan tanpa petasan, konvoi, knalpot bising, maupun kerumunan terpusat di satu lokasi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar.

    “Jadi, kami menghimbau bersama-sama dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolrestabes Makassar, dan juga akan berkoordinasi dengan pak Dandim Kota Makassar, bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memastikan tidak ada petasan di malam tahun baru,” tegas Munafri, di Media Center Balai Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).

    Menurutnya, kembang api dan penggunaan petasan tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga bertentangan dengan nilai empati di tengah musibah yang sedang dialami sebagian masyarakat Indonesia.

    “Artinya satu, petasan ini bisa mengganggu ketertiban lingkungan, dan yang kedua ini adalah wujud empati kita kepada saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah, khususnya di Sumatra Aceh,” jelasnya.

    Di tengah duka yang masih menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Pemerintah Kota Makassar mengajak warganya menyambut Tahun Baru 2025 ke 2026 dengan cara yang lebih sederhana dan penuh kepedulian.

    Munafri, menegaskan larangan petasan dan konvoi kendaraan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketertiban sekaligus solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatra dan Aceh.

    Selain menjaga, keamanan dan ketertiban umum, kebijakan tersebut juga dinilai efektif dalam mencegah kemacetan serta gangguan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar yang kerap terjadi saat malam pergantian tahun.

    “Jadi mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian bagi seluruh warga Kota Makassar untuk tidak melaksanakan perayaan tahun baru secara berlebihan,” tambah orang nomor satu Kota Makassar itu.

    Munafri memastikan bahwa seluruh perangkat pemerintah hingga ke tingkat wilayah akan dilibatkan dalam pengawasan dan antisipasi di lapangan.

    Mulai dari Satpol PP, camat, hingga lurah akan diminta aktif memastikan kebijakan tersebut berjalan dengan baik di wilayah masing-masing.

    “Pasti, semua perangkat termasuk Satpol PP, lurah, dan camat akan dilibatkan untuk memastikan larangan  ini dipatuhi semua, khusus anak-anak muda,” imbuh Appi.

    “Kami juga akan berkoordinasi lebih lanjut, dan dalam waktu dekat akan bertemu dengan Polrestabes dan Bapak Dandim untuk memastikan pengamanan malam tahun baru,” sambung mantan Bos PSM itu.

    Sebagai alternatif perayaan, Pemerintah Kota Makassar akan menggelar doa dan zikir bersama pada malam pergantian tahun.

    Kegiatan tersebut menjadi simbol solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus ajakan untuk mengawali tahun baru dengan refleksi dan kebersamaan.

    “Pergantian tahun kita isi dengan doa bersama, agar Makassar dijauhkan dari bencana dan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Munafri.

    Ia menjelaskan, zikir bersama tersebut direncanakan berlangsung pada malam pergantian tahun. Setelah kegiatan doa, masyarakat diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dan merayakan tahun baru bersama keluarga.

    “Rencananya di malam pergantian tahun, Pemerintah Kota Makassar akan melakukan zikir bersama. Setelah itu, kita pulang ke tempat tinggal masing-masing untuk merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga,” pungkasnya. (*)

  • Wali Kota Munafri Usulkan Program FKUB Lakukan Doa Bersama Lintas Agama di Kota Makassar

    Wali Kota Munafri Usulkan Program FKUB Lakukan Doa Bersama Lintas Agama di Kota Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama stabilitas sosial dan iklim investasi daerah.

    Hal tersebut disampaikan Munafri saat membuka Rapat Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar yang bertajuk “Memperkuat Ekosistem dan Pemajuan Kebijakan Inklusif Daerah” di Hotel Sultan Alauddin, Senin (15/12/2025).

    Dalam arahannya, Munafri terlebih dahulu mengapresiasi FKUB Kota Makassar atas capaian Harmony Award yang berhasil diraih baru-baru ini.

    Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata dari kerja kolektif seluruh elemen lintas agama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Kota Makassar.

    “Meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan. Tantangan kita ke depan justru lebih besar. Harmony Award ini harus kita jaga dengan kerja nyata di tengah masyarakat,” tegas Munafri.

    Ia mengakui, terlepas dari Harmoni Award yang di peroleh, Ia mengakui bahwa sejatinya persoalan sosial dan keagamaan tetap ada, namun dapat diredam berkat kekompakan dan kebersamaan antarumat beragama.

    Oleh karena itu, FKUB Kota Makassar memiliki peran strategis sebagai ruang dialog sekaligus penyangga stabilitas sosial di Kota Makassar.

    Pada kesempatan yang sama, Munafri juga mendorong gagasan program doa bersama lintas agama yang digelar secara rutin setiap bulan dengan sistem tuan rumah bergilir dari setiap agama.

    Ia mendorong upaya menjaga harmoni yang tidak hanya dilakukan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui pendekatan spiritual.

    “Kita harus perlihatkan bahwa kota ini benar-benar ingin aman, tenteram, dan damai. Bukan hanya lewat kegiatan lapangan, tapi juga lewat doa-doa bersama,” katanya.

    Pada aspek penguatan kelembagaan, Munafri mendorong FKUB memiliki saluran komunikasi resmi, termasuk media portal sendiri. Ia menilai hal ini penting untuk menangkal hoaks, isu provokatif, dan upaya adu domba yang kerap memanfaatkan isu keagamaan.

    “Kalau ada persoalan, harus ada corong resmi. Kalau keluar dari media FKUB, itu berarti pernyataan resmi,” jelasnya.

    Lebih jauh, Munafri menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam memperkuat kerangka regulasi keberagaman. Ia memastikan inisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang keberagaman akan mulai disiapkan tahun depan, diawali dengan penguatan regulasi melalui keputusan atau surat keputusan wali kota.

    “Kalau kita tidak mulai, ini tidak akan pernah ada. Regulasi yang kuat adalah bentuk kehadiran negara dalam menjaga kerukunan,” tegasnya.

    Munafri berharap rapat kerja FKUB mampu melahirkan program-program konkret yang menempatkan nilai toleransi dan harmoni sebagai puncak praktik kehidupan bermasyarakat di Kota Makassar.

    Rapat kerja tersebut turut dihadiri Direktur Setara Institute Jakarta Halili Hasan secara daring, Kepala Kemenag Makassar Muhammad, Kepala Tim Layanan dan Pengembangan Usaha RRI Makassar Yusra, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kota Makassar, serta tokoh lintas agama Kota Makassar. (*)

  • Jusuf Kalla Resmikan Perluasan Masjid Mutmainnul Qulud di Makassar

    Jusuf Kalla Resmikan Perluasan Masjid Mutmainnul Qulud di Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR– Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) meresmikan perluasan Masjid Mutmainnul Qulud yang terletak di Jalan Garuda Buntu, Lorong 29 Nomor 45, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Senin (15/12/2025).

    Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan rasa bahagia dapat hadir bersama masyarakat dalam peresmian perluasan masjid tersebut. Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

    “Masjid memang fungsi utamanya adalah tempat ibadah, tetapi masjid juga menjadi tempat membangun hubungan antar masyarakat, membicarakan kebersihan, kemajuan, dan kesejahteraan,” ujar JK.

    Menurutnya, peran masjid yang multifungsi tersebut sejalan dengan sunnah Rasulullah SAW. Pada masa Rasulullah, masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi tempat perjuangan, pengadilan, serta berbagai kegiatan sosial yang dibutuhkan umat.

    JK berharap Masjid Mutmainnul Qulud dapat berfungsi secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat sekitar. Ia juga menekankan pentingnya masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui kegiatan pengajian dan pendidikan keagamaan.

    “Mudah-mudahan dengan berfungsinya masjid ini, masyarakat menjadi lebih sejahtera dan maju, anak-anak kita mendapatkan pendidikan dan pengajian yang lebih baik,” tambahnya.

    Pada kesempatan tersebut, JK juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam pembangunan dan perluasan masjid. Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi umat serta memperkuat keimanan masyarakat.

    Masjid Mutmainnul Qulud merupakan bantuan dari Ketua Umum DMI Jusuf Kalla sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran masjid dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.(*)

  • Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Kembali Aktif Berkat Kolaborasi Tim Medis dan Relawan

    Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Kembali Aktif Berkat Kolaborasi Tim Medis dan Relawan

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Tim Medis Pemprov Sulsel bersama tenaga kesehatan kabupaten/kota, Relawan Andalan Peduli, serta unsur TNI berhasil mengaktifkan kembali operasional RSUD Kabupaten Aceh Tamiang yang sempat tidak berfungsi akibat banjir dan lumpur.

    Menurut Andi Sudirman, pengaktifan kembali RSUD Aceh Tamiang dilakukan melalui langkah cepat dan terkoordinasi, mulai dari pembersihan lumpur, penataan ulang ruang pelayanan, hingga memastikan kesiapan alat kesehatan dan tenaga medis.

    Hal ini menurut Andi Sudirman, agar layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dapat segera kembali berjalan.

    “Alhamdulillah warga kembali berbondong bondong ke RS untuk melakukan pemeriksaan hingga intervensi operasi dalam kendali Tim Kesehatan Sulsel bersama Tim Lokal RSUD Aceh Tamiang,” ujar Andi Sudirman, Minggu, 14 Desember 2025.

    Ia menjelaskan, seluruh layanan kesehatan saat ini berada dalam kendali Tim Kesehatan Provinsi Sulsel yang bersinergi dengan Tim Lokal RSUD Aceh Tamiang.

    Para dokter spesialis, dokter umum, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya bekerja secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Gubernur Sulsel juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Tim Medis Pemprov Sulsel, Relawan Andalan Peduli, serta dukungan TNI yang turut membantu proses pemulihan pasca-bencana.

    “Semangat Tim Kesehatan para dokter spesialis, nakes dan relawan andalan peduli,” pungkas Andi Sudirman. (*)

  • PMI Kirim 1.000 Paket Peralatan Dapur untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    PMI Kirim 1.000 Paket Peralatan Dapur untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

    MALUMAT.ID, JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa *kitchen kit atau peralatan dapar dan makan* bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan ini ditujukan untuk mendorong kemandirian penyintas agar dapat mengolah makanan secara mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada dapur umum.

    Sebanyak 1.000 paket peralatan dapur ini dikirim secara bertahap menggunakan pesawat kargo yang disewa BNPB, mulai sabtu 13/12/2025 sore kemarin, menuju wilayah terdampak. Adapun rincian distribusi bantuan tersebut adalah sebagai berikut, Aceh 500 paket, Sumatera Utara 300 paket, dan Sumatera Barat 200 paket.

    Setiap paket peralatan dapur ini berisi perlengkapan dasar memasak dan makan yang dapat digunakan oleh keluarga terdampak banjir, meliputi :
    * 1 buah panci
    * 1 buah wajan
    * 5 buah mangkok
    * 5 buah piring
    * 5 buah gelas
    * 5 buah sendok
    * 5 buah garpu
    * 1 buah pisau
    * 1 buah centong nasi
    * 1 buah centong sayur
    * 1 buah centong wajan

    Selain perlatan dapur dan makan, PMI juga akan membagikan 10.000 paket kompor gas  dan regulator  untuk mendukung pemanfaatan perlengkapan tersebut, sehingga para penyintas dapat segera memasak makanan sendiri sesuai kebutuhan keluarga masing-masing.

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa penyaluran paket perlatan dapur ini bertujuan untuk menjaga kemandirian keluarga terdampak bencana. *“Kami ingin korban banjir bisa memasak sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada dapur umum. Ini bagian dari upaya menjaga martabat dan ketahanan keluarga di situasi darurat,”* tegas Jusuf Kalla.

    Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga memperhatikan aspek martabat dan kemandirian korban bencana. Dengan adanya *kitchen kit* dan kompor, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat memenuhi kebutuhan pangan secara lebih fleksibel, aman, dan berkelanjutan di tengah situasi darurat.

    Setalah paket perlatan dapur ini dibagi kepada para penyintas korban bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh, Palang Merah Indonesia Pusat kembali akan mengirimkan kembali paket peralatan dapur,  yang jumlahnya akan disesuaikan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh para relawan dilapangan.

    PMI terus berkoordinasi dengan BNPB, pemerintah daerah, serta relawan di lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

    <

  • Gubernur Sulsel Hadirkan Ustadz Firanda Motivasi Ribuan Jambore OSIS SMA se-Sulsel

    Gubernur Sulsel Hadirkan Ustadz Firanda Motivasi Ribuan Jambore OSIS SMA se-Sulsel

    MALUMAT.ID, GOWA – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan kajian ilmiah Islam yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A dalam rangkaian Jambore OSIS tingkat SMA/sederajat.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Bumi Perkemahan Caddika, Kabupaten Gowa, dan diikuti 1.500 pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 12-14 Desember 2025.

    Kajian ilmiah Islam ini menjadi salah satu agenda pembinaan karakter bagi peserta jambore, dengan menekankan penguatan nilai keimanan, akhlak, dan jati diri generasi muda. Dalam suasana penuh kekhidmatan, para siswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja.

    Dalam kajiannya, Ustadz Dr. Firanda Andirja memotivasi para pelajar agar mampu memahami tantangan pemuda di era kemajuan teknologi yang berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi, agar kemajuan digital dapat menjadi sarana kebaikan dan peningkatan kualitas diri, bukan sebaliknya.

    Selain itu, Ustadz Firanda juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai fondasi utama dalam meraih keberkahan hidup dan kesuksesan. Menurutnya, prestasi akademik dan kemampuan teknologi harus sejalan dengan akhlak mulia serta ketaatan kepada orang tua.

    Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik pelaksanaan kajian ilmiah Islam yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sulsel.

    “Tentu apa yang disampaikan beliau, sangat memotivasi ribuan siswa jambore agar memahami tantangan dan peran pemuda di era kemajuan teknologi dan bagaiaman berbakti kepada orang tua,” ujarnya.

    Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam membentuk karakter pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, Tetapi juga kuat secara moral dan spiritual, sehingga siap menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas. (*)

  • Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

    Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

    MALUMAT.ID, ACEH – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin langsung penyaluran bantuan kepada korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis, 11 Desember 2024.

    Bersama Tim Pemprov Sulsel dan didampingi unsur Forkopimda terkait, Andi Sudirman berangkat menuju lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

    “Bismillah, kami bersama Tim Pemprov Sulsel dan 100 tenaga kesehatan, terdiri dari 23 spesialis, 77 tenaga medis, serta membawa setengah ton obat-obatan dan beberapa kendaraan logistik, siap untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Andi Sudirman.

    Tim yang diberangkatkan juga membawa peralatan dan perlengkapan logistik lengkap, termasuk genset untuk pasokan listrik, dapur umum, serta posko medis untuk pelayanan kesehatan.

    Sebelum keberangkatan, seluruh tim melakukan penyortiran logistik dan briefing teknis agar seluruh bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran.

    Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan.

    “Tim akan mendirikan 14 posko lengkap listrik genset, dapur umum, pokja medis dan obat,” tambah Andi Sudirman.

    Bantuan yang diberikan oleh Pemprov Sulsel diharapkan dapat meringankan penderitaan masyarakat Aceh Tamiang yang tengah menghadapi bencana alam, serta memberikan dukungan medis yang sangat dibutuhkan selama masa tanggap darurat.(*)

  • Jusuf Kalla Soroti Pentingnya Penguatan Koordinasi BNPB dalam Penanganan Bencana

    Jusuf Kalla Soroti Pentingnya Penguatan Koordinasi BNPB dalam Penanganan Bencana

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Ketua Umum PMI yang juga Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla, menekankan perlunya penguatan peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengkoordinasikan penanganan bencana di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai menerima Anugerah Dewan Pers 2025 kategori Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian di Balai Kota Jakarta, Rabu malam (10/12).

    Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa penanganan bencana selalu melalui tiga fase, yakni masa darurat, masa transisi, dan masa rekonstruksi. Menurutnya, koordinasi antarlembaga sangat diperlukan agar setiap fase dapat berjalan efektif.

    “BNPB harus berfungsi lebih kuat. Badan itu dibentuk untuk mengkoordinasikan kerja sama daerah. Dalam situasi seperti sekarang, koordinasi menjadi kunci,” ujarnya.

    Ketika ditanya mengenai penetapan status bencana nasional, JK menyebutkan bahwa langkah tersebut biasanya diambil jika pemerintah daerah tidak dapat berfungsi secara penuh. Ia mencontohkan peristiwa tsunami Aceh yang skala dampaknya sangat besar.

    “Kalau status bencana nasional ditetapkan, seluruh penanganan diambil alih pusat. Namun saat ini pemerintah daerah masih dapat berfungsi. Walaupun skalanya luas, tidak sebesar tsunami Aceh yang hanya terpusat di Banda Aceh dan Meulaboh,” jelasnya.

    Jusuf Kalla menambahkan bahwa beban penanganan bencana seringkali berat karena kerusakan infrastruktur yang masif. Oleh sebab itu, ia menilai penting bagi pemerintah memperkuat sistem dan koordinasi lintas sektor agar respons bencana dapat lebih cepat dan tepat.

    Penghargaan yang diterima Jusuf Kalla diberikan atas dedikasinya dalam bidang kemanusiaan dan upaya perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*)

  • Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

    Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi melepas 100 orang tenaga kesehatan untuk diperbantukan dalam penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin, 8 Desember 2025.

    Selain tim medis, Pemprov Sulsel juga mengalokasikan tambahan biaya operasional sebesar Rp1 miliar yang difokuskan untuk pengadaan obat-obatan serta kebutuhan logistik kesehatan lainnya.

    Pelepasan ini berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel dan menjadi bentuk nyata kepedulian Sulsel terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah paling parah di Provinsi Aceh.

    Tambahan personel kesehatan ini dikirim sebagai tindaklanjut dari surat resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kepada Pemprov Sulsel, yang meminta dukungan tenaga medis akibat tingginya kebutuhan layanan kesehatan pasca-bencana.

    Tim kesehatan yang diberangkatkan terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan apoteker yang berasal dari beberapa kabupaten/kota serta dari jajaran tenaga kesehatan Pemprov Sulsel.

    Andi Sudirman mengatakan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak menjadi prioritas utama. Tim ini akan bertugas memberikan pelayanan medis secara langsung, memastikan ketersediaan obat-obatan, dan membantu pemulihan kesehatan masyarakat di daerah yang terdampak paling berat.

    “Mereka akan bertugas memberikan pelayanan medis, memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terpenuhi, dan memperkuat upaya kemanusiaan di daerah tersebut. Semoga seluruh tim diberi kemudahan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” terang Andi Sudirman.

    Pelepasan ini menjadi langkah cepat Pemprov Sulsel dalam merespons bencana lintas daerah serta wujud solidaritas antar-provinsi. Hingga saat ini, Tim Medis dan kedaruratan dari Pemprov Sulsel juga masih terus bergerak membantu warga yang terdampak bencana, baik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

  • Ketum DMI Jusuf Kalla Bahas Penguatan Dakwah dan Bantuan Rehabilitasi Masjid Yang Terdampak Banjir Sumatera dan Aceh dengan Sekjen Liga Muslim Dunia

    Ketum DMI Jusuf Kalla Bahas Penguatan Dakwah dan Bantuan Rehabilitasi Masjid Yang Terdampak Banjir Sumatera dan Aceh dengan Sekjen Liga Muslim Dunia

    MALUMAT.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menerima Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al-Alam Al-Islami), Syaikh Mohammad Abdulkarim Al-Issa, di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu malam (07/12/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah upaya yang sedang dilakukan DMI dalam memperkuat peran dan pengembangan dakwah Islam di Indonesia. Selain itu, ia juga memaparkan kondisi masjid-masjid yang terdampak musibah di berbagai wilayah.

    “Kami membicarakan berbagai upaya untuk mewujudkan perkembangan Islam di Indonesia, sekaligus membahas musibah yang menyebabkan banyak masjid rusak,” ujar JK.

    Selain isu dalam negeri, keduanya membahas peran Indonesia dalam mendorong perdamaian di kawasan dunia Islam, termasuk Thailand Selatan, Afganistan, dan beberapa wilayah konflik lainnya. Menurut JK, Syaikh Al-Issa menyambut baik berbagai inisiatif perdamaian yang selama ini dilakukan Indonesia.

    “Beliau juga menyinggung para mahasiswa asal Afganistan yang belajar di sini dan menyampaikan keinginannya untuk memberi lebih banyak dukungan,” tambah JK.

    Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah komitmen bantuan untuk rehabilitasi masjid yang rusak akibat bencana, termasuk di wilayah Bintan, Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah di Sumatera.

    “Beliau akan ikut membantu rehabilitasi masjid-masjid yang terdampak,” kata JK.

    Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen kerja sama lanjutan antara DMI dan Liga Muslim Dunia, terutama dalam bidang kemanusiaan serta penguatan dakwah Islam yang moderat.(*)