Penulis: Redaksi Malumat

  • Gubernur Sulsel Implementasikan Gerakan ASRI Lewat Anti Mager dan Korve Bersama Masyarakat

    Gubernur Sulsel Implementasikan Gerakan ASRI Lewat Anti Mager dan Korve Bersama Masyarakat

    Makassar, Inilah.co.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong budaya hidup sehat dan peduli lingkungan melalui Anti Malas Gerak (Anti Mager) dan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) bersama masyarakat dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel.

    Kegiatan ini diawali dengan melakukan Jalan Sehat Anti Mager yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel dalam memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Minggu (8/2/2026).

    Andi Sudirman mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk memasyarakatkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik sederhana, kebersihan lingkungan, serta kepedulian terhadap alam.

    “Ayo seluruh warga kami tercinta, mari memasyarakatkan pola hidup sehat dengan jalan sehat anti mager, bersih-bersih dan tanam pohon,” ujar Andi Sudirman.

    Selain jalan sehat, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya di bidang kesehatan.

    Usai kegiatan jalan sehat, Andi Sudirman bersama jajaran OPD melanjutkan agenda korve atau kerja bakti bersih-bersih dan penanaman sejumlah bibit pohon tabebuya di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar. (*)

  • Kenang Kebersamaan Pilkada 2024, Munafri Apresiasi Loyalitas Perindo

    Kenang Kebersamaan Pilkada 2024, Munafri Apresiasi Loyalitas Perindo

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengenang kebersamaan dan peran penting Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dalam hajatan Pemilihan Wali Kota Makassar tahun 2024 lalu.

    Hal itu disampaikan Munafri usai menghadiri pelantikan pengurus Partai Perindo Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/2/2026).

    Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, kehadirannya dalam agenda tersebut merupakan bentuk penghargaan dan komitmen terhadap Perindo yang menjadi salah satu partai pengusung dalam Pilkada Makassar 2024.

    “Saya harus hadir di acara pelantikan ini, karena pada Pilkada kemarin, salah satu partai pengusung kami adalah Partai Perindo. Mereka benar-benar totalitas dan memberikan support yang sangat luar biasa,” ujar Munafri.

    Menurutnya, meskipun Perindo hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Makassar, kontribusi dan pergerakan partai tersebut dinilai sangat signifikan dalam mendukung perjuangan pasangan calon yang diusung.

    “Khususnya di daerah pemilihan yang ada kursinya di Kota Makassar. Walaupun cuma satu kursi, tapi support-nya sangat baik dalam rangka pergerakan kami kemarin,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan bahwa dirinya menyempatkan diri untuk menyaksikan langsung proses pelantikan sekaligus berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Perindo
    Angela Tanoesoedibjo, terkait berbagai hal strategis ke depan.

    Lebih lanjut, Munafri menekankan bahwa peran partai politik sangat kuat dan strategis karena menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan daerah.

    Dikatakan, partai politik ini bukan hanya memberikan support, tapi juga bisa memberikan gambaran dan masukan. Apalagi dirinya sebagai pembina partai di Kota Makassar.

    “Partai adalah bagian penyeimbang dari apa yang dilakukan oleh pemerintah ke depan,” jelas Ketua Golkar Makassar ini.

    Ia juga menyinggung pentingnya peran partai politik melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mengawal kebijakan dan regulasi agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

    Munafri berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan partai politik melalui lembaga legislatif dapat terus diperkuat agar setiap produk kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar.

    “Kita berharap kolaborasi pemerintah dan partai politik melalui legislatif ini bisa terjalin lebih baik, supaya produk yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

  • Jusuf Kalla Dorong Remaja Masjid untuk jaga Lingkungan dan jadi Penggerak Ekonomi Umat

    Jusuf Kalla Dorong Remaja Masjid untuk jaga Lingkungan dan jadi Penggerak Ekonomi Umat

    MALUMAT.ID, TANGERANG SELATAN— Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI di Gedung Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (5/2/2026).

    Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran remaja masjid dalam memakmurkan masjid sekaligus dimakmurkan oleh masjid, salah satunya melalui program-program berbasis lingkungan hidup yang berkelanjutan.

    “Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dengan menjaga lingkungan dan mendorong kegiatan produktif,” kata Jusuf Kalla.

    Ia mencontohkan pemanfaatan air bekas wudhu untuk menyiram tanaman serta pengembangan kebun masjid dengan menanam bibit pohon buah, seperti mangga ,jambu dan tanaman lainnya yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

    “Jangan sia-siakan air wudhu. Alirkan untuk kebun di sekitar masjid. Tanam pohon, rawat bersama, dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

    Jusuf Kalla juga mengaitkan isu lingkungan dengan persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah daerah. Ia menilai kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan dan buruknya pengelolaan sampah, menjadi penyebab utama bencana tersebut. Karena itu, DMI mendorong masjid aktif dalam program penghijauan dan kebersihan lingkungan.

    “Banjir itu akibat lingkungan rusak. Masjid harus ikut memperbaiki lingkungan, bukan hanya dengan ceramah, tapi dengan kerja nyata,” tegasnya.

    Selain isu lingkungan, Jusuf Kalla menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat. Ia menilai masjid dapat menjadi motor penggerak ekonomi dengan membekali masyarakat keterampilan usaha, bukan sekadar memberikan bantuan konsumtif.

    “Jangan hanya memberi sedekah, tapi berikan jalan hidup. Tanamkan budaya produktif agar umat mampu secara ekonomi,” katanya.

    Silatnas PRIMA DMI ini menjadi momentum penguatan peran remaja masjid sebagai agen perubahan, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kegiatan tersebut secara resmi menandai dimulainya program-program PRIMA DMI ke depan yang berorientasi pada pemberdayaan umat dan keberlanjutan lingkungan.(*)

  • PMI Serahkan Bantuan Kemanusiaan Ke Pemprov Aceh

    PMI Serahkan Bantuan Kemanusiaan Ke Pemprov Aceh

    MALUMAT.ID, ACEH – Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyerahkan 2000 ton bantuan kemanusiaan ke Pemerintah Propinsi Aceh di Gudang Logistik Bantuan Bencana yang berlokasi di Desa Payo Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (12/01/2026).

    Bantuan tersebut secara simbolis diterima langsung oleh Gubernur Aceh,Muzakkir Manaf

    Dalam sambutannya, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan, termasuk pemerintah pusat, serta berbagai pihak lainnya yang terlibat.

    “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan cukup untuk membantu masyarakat selama bulan puasa,” ujar Muzakkir Manaf.

    Ia berharap bantuan yang disalurkan tidak berhenti pada tahap ini dan dapat terus berlanjut hingga kondisi masyarakat kembali normal.

    Menurutnya, bantuan logistik merupakan bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat dan mendukung pemulihan sosial serta ekonomi di Aceh.

    Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia mengingatkan bahwa bantuan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan moral dan kebersamaan.

    “Kita harus saling membantu masyarakat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” kata Jusuf Kalla.

    Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan rincian bantuan yang disiapkan di gudang logistik, antara lain 500 ton beras, 4.000 unit gerobak sorong, 20.000 pacul, 20.000 sekop, 41 mini excavator, 100 mesin cahinsaw, 10.000 paket sekolah, 20.000 paket pakaian (celana panjang, daster, pakaian dalam, baju kaos, pakaian pria dan wanita, kerudung), 1.500.000 buku tulis, 535.000 pulpen, 20.000 perlengkapan kebersihan, 1.000 paket peralatan rumah tangga, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani ibadah puasa dengan lebih layak serta mendukung aktivitas sehari-hari.(*)

  • DMI Aceh Terima Bantuan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir

    DMI Aceh Terima Bantuan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir

    MALUMAT.ID, ACEH — Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Aceh menerima bantuan peralatan ibadah yang akan disalurkan ke masjid-masjid di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir. Penerimaan bantuan berlangsung di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, dan dikoordinasikan oleh Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Lhokseumawe.

    Bantuan yang diterima meliputi 13 unit sound system lengkap, 3000 lembar sajadah, 3000 lembar mukena, 10.000 lembar sarung, 5.000 mushaf Al Quran,  serta berbagai perlengkapan ibadah lainnya. Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan fungsi masjid sekaligus mempercepat proses pembersihan dan normalisasi sarana ibadah pasca banjir bandang di kabupaten dan kota terdampak di Propinsi Aceh.

    Ketua PW DMI Aceh Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masjid-masjid yang terdampak banjir.

    _“Bantuan peralatan ibadah ini akan segera kami salurkan ke masjid-masjid terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memulihkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat pasca bencana,”_ ujar Fakruddin.

    PW DMI Aceh menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Dewan Masjid Indonesia dalam membantu masyarakat serta menjaga peran masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial, khususnya di masa pemulihan pasca bencana.

    Rangkaian penyaluran bantuan sekaligus aksi pembersihan masjid dijadwalkan berlangsung pada hari ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla dan Gubernur Aceh Muzakkir Manaf.

    PW DMI Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan masjid di wilayah terdampak banjir, sebagai bagian dari penguatan ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat. (*)

  • Wali Kota Munafri Tegaskan Kolaborasi dengan Muhammadiyah Bangun Kota, Siapkan Generasi Qurani

    Wali Kota Munafri Tegaskan Kolaborasi dengan Muhammadiyah Bangun Kota, Siapkan Generasi Qurani

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Makassar yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara, Sabtu (27/11/2025).

    Acara yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini turut dihadiri Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Arifuddin Ahmad, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar KH. Muhammad Said Abdul Shamad, Direktur PP Darul Arqam Gombara Muhammad Syaikhul Saleh.

    Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada keluarga besar Muhammadiyah yang telah memberi ruang dan kesempatan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk hadir bersama dalam momentum Milad ke-113 Muhammadiyah.

    Ia menegaskan, kehadiran Muhammadiyah memiliki makna strategis bagi pembangunan Kota Makassar. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan salah satu pilar utama pembangunan masyarakat, bukan hanya di tingkat kota, tetapi juga nasional.

    “Tanpa kehadiran Muhammadiyah, pembangunan di Kota Makassar akan terasa kurang lengkap. Muhammadiyah memiliki kekuatan besar melalui kader-kader terbaiknya yang aktif dan konsisten dalam proses pembangunan bangsa,” ujarnya.

    Munafri menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Muhammadiyah. Ia menyebut pemerintah memiliki peran sebagai regulator, namun keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah.

    Ia juga mengajak Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor pembangunan di Kota Makassar, mulai dari pembangunan sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

    Dengan jumlah penduduk Makassar mencapai sekitar 1,4 juta jiwa dan anggaran pembangunan daerah yang besar, Munafri menilai terbuka peluang luas bagi kolaborasi yang saling menguatkan, selama dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

    “Pemerintah Kota Makassar membuka ruang seluas-luasnya. Peluang itu ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama menangkap dan mengelolanya dengan baik,” tegasnya.

    Munafri lalu menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat. Ia mendorong Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam jalur-jalur ekonomi yang ada di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

    Selain itu, Ia menekankan urgensi menjaga dan mengamankan aset-aset keumatan, khususnya rumah ibadah dan lembaga pendidikan. Ia mengungkapkan masih banyak masjid di Kota Makassar yang belum tersertifikasi, sehingga rawan terhadap sengketa dan praktik mafia tanah.

    “Ini harus kita jaga bersama. Pemerintah sangat berharap keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam upaya perlindungan aset umat demi kepentingan bangsa dan generasi mendatang,” katanya.

    Menutup sambutannya, Munafri menyampaikan ucapan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia berharap Muhammadiyah terus tumbuh menjadi organisasi yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi warganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Makassar.

    “Pemerintah Kota Makassar sangat berharap Muhammadiyah terus menjadi mitra strategis dalam membangun kota ini, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

  • Sukses dan Berkelas, Makassar Urban Heritage City Rally 2025 Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

    Sukses dan Berkelas, Makassar Urban Heritage City Rally 2025 Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Antusiasme peserta mewarnai pelaksanaan Makassar Urban Heritage City Rally 2025 yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Makassar. Sejak pagi hari, meski diguyur hujan, puluhan peserta tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan jelang rally hingga briefing teknis sebelum rally dimulai.

    Sebanyak 55 peserta hadir dengan penuh semangat,yang terbagi dalam tujuh kategori, yakni Umum (Seeded/Non Seeded) Pemula (Non Seeded), Wanita, Family, Budaya (SKPD), Electric Vehicle dan Team Club.

    Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap event yang memadukan olahraga otomotif, edukasi budaya, dan kampanye keselamatan berlalu lintas.

    Deretan mobil listrik dan kendaraan keluaran terbaru sempat memadati pelataran Museum Kota Makassar, Sabtu (13/12) pagi. Namun perhatian tertuju pada satu peserta dengan kendaraan klasik yang tampil sederhana namun memikat. Sebuah Plymouth keluaran tahun 1951, dengan bodi kusam dan tampilan apa adanya, terparkir gagah di tengah rintik hujan.

    Mobil klasik berjuluk “Si Buluk” itu merupakan milik Ahmad Saehu Abbas, yang akrab disapa Chiuk. Kendaraan asal Amerika Serikat tersebut menjadi salah satu ikon pembuka Makassar Urban Heritage City Rally 2025 sekaligus mewakili Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Sulawesi Selatan, organisasi otomotif klasik yang telah eksis sejak 1979.

    Kehadiran mobil klasik ini memberi warna tersendiri dan menegaskan semangat pelestarian sejarah otomotif sejalan dengan konsep urban heritage yang diusung rally kali ini.

    Antusiasme peserta juga tercermin dari harapan agar ajang ini terus dikembangkan. Salah seorang peserta dari Makassar Old Car Community, Hery Ponawar. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas penyelenggaraan rally.

    “Event ini sangat menarik, rutenya tertata, konsep budayanya kuat, dan pengemasannya profesional. Ke depan, kami berharap Makassar Urban Heritage City Rally bisa ditingkatkan menjadi kejuaraan nasional, karena potensinya sangat besar,” ujarnya usai lomba.

    Selain itu, seorang pebalap perempuan, Andhita Taffeta Salwa  yang turut ambil bagian dalam event ini, dan masuk Kartegori Kelas Wanita menilai rally ini tidak hanya menantang, tetapi juga sarat nilai edukasi.

    “Kegiatan ini sangat edukatif dan punya nilai sejarah yang kuat. Kita tidak hanya berkendara, tapi juga belajar tentang warisan budaya Kota Makassar. Harapannya, event seperti ini sering-sering digelar di Makassar,” tuturnya.

    Sementara itu, Kadis Kebudayaan Kota Makassar Andi Patiware, S.STP., M.M dalam sambutannya mewakili Walikota Makassar, menyampaikan jika Rally ini merupakan kegiatan edukasi budaya yang sangat asik, dimana peserta diajak rekreasi yang penuh edukasi budaya dibalut dalam event otomotif.

    “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan menelusuri titik-titik heritage, kita diajak untuk mengenal sejarah sekaligus memperkuat komitmen menjaga identitas Kota Makassar,” ujar Andi Patiware saat membacakan sambutan Walikota Makassar.

    Ia juga mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, khususnya Ikatan Motor Indonesia (IMI) Makassar yang sangat berperan dalam mensukseskan acara rally ini. Menurutnya, kegiatan tersebut turut memperkuat citra Makassar sebagai kota heritage yang modern, inklusif, dan berbudaya.

    “Terima kasih kepada panitia, Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta seluruh komunitas yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam mendorong kemajuan kebudayaan,” jelasnya.

    Hadir diacara ini, Ahmad Namsung, SAg, M.M Staf Ahli Bidang  Pemerintahan, Hukun dan Politik yang mewakili Walikota Makassar untuk membuka event  sekakigus melepas start peserta.

    Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai komunitas otomotif, Makassar Urban Heritage City Rally 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan unggulan yang memperkuat citra Makassar sebagai kota yang mampu memadukan budaya, sejarah, dan otomotif dalam satu perhelatan berkelas.

    Ketua Panitia Pelaksana, Irsal Ohorella usai Pengumuman Pemenang Rally ini menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah ambil bagian dan semua pihak yang terlibat.Terkhusus pihak Pemkot Makassar melalui Dinas Kebudayaan yang menggagas dan mendukung penuh kegitan ini.

    Ical sapaan akrabnya berharap event seperti ini dapat digelar rutin sebagai sarana promosi budaya dan sejarah kota Makassar, meningkatkan citra sebagai kota Berbudaya dan sekaligus menyalurkan hoby bagi para pecinta otomotif di Kota Makassar.

    “Saya dan seluruh panitia yang terlibat dalam event ini mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, Alhamdilillah semua berjalan sesuai dengan perencanaan, lancar dan aman selama pelaksanaan. Semoga peserta dan pecinta Otomotif enjoy dengan event Ini”, jelas Ical.

    Berikut Daftar Juara Makassar Urban Heritage City Rally 2025.

    KATEGORI UMUM (SEEDED/NON SEEDED)
    1. Gery Risanto (Driver), Irwinda Syahid (Navigator): Mitsubishi Destinator
    2. Ardiandyah (Driver), Ananda FM (Navigator): Honda Brio
    3. R. Edy Soeharto (Driver), Aditya Derilyawan (Navigator): Wuling Convero
    4. Eva (Driver), A.Emma (Navigator): Mitsubishi Expander
    5. M. Taufiq (Driver), M Sidik (Navigator): Datsun Sedan
    6. Malik Abbas (Driver), A. Enyo (Navigator): Honda Freed
    7. Andhita Taffeta Salwa (Driver), Stefanie (Navigator): Honda Wrv
    8. Yuhardin (Driver), Maryani (Navigator): BYD Atto 1
    9. Andy Pratama Abdullah (Driver), Eka S Nur Rahman (,Navigator): Mitsubishi Xpander Crosa
    10. M.Hanifur Rosyidin/Tobi (Driver), Fadli Syam (Navigator): BYD Atto 1

    KATEGORI NON SEEDED
    1. Ardiansyah (Driver), Ananda FM (Navigator): Honda Brio
    2. R. Edy Soeharto (Driver), Aditya Derilyawan (Navigator): Wuling Convero
    3. Eva (Driver), A. Emma (Navigator) : Mitsubishi Expander

    KATEGORI WANITA
    1. Andhita Taffeta Salwa (Driver), Stefanie (Navigator): Honda Wrv
    2. Andi Ajustina Anshar Nirmala (Driver), Farah Sakinah (Navigator): Honda Freed

    KATEGORI FAMILY
    1. R. Edy Soeharto (Driver), Aditya Derilyawan (Navigator): Wuling Convero
    2. Yuhardin (Driver), Maryani (Navigator) : BYD Atto 1
    3. Andy Pratama Abdullah (Driver), Eka S Nur Rahman (Navigator) : Mitsubishi Expander Cross

    KATEGORI BUDAYA
    1. Muh. Ruslan Rasyid (Driver), Abd Razak Rasyid (Navigator) : Honda City Gm2
    2. Muhammad Gifari Hamid (Driver), Fadly (Navigator): Daihatsu Luxio
    3. Dawam Abdillah S (Driver), Muh. Athallah Ariq (Navigator) : Avanza Veloz

    KATEGORI EV
    1. Yuhardin (Driver), Maryani (Navigator) : Byd Atto 1
    2. M.Hanifur Rosyidin/Tobi (Driver), Fadli Syam (Navigator): BYD Atto 1
    3. Awi (Driver), Alfin Perkasa (Navigator): Byd Seal

    KATEGORI TEAM CLUB
    1. IKA SPENSA MKS (40,41,42)
    2. PPMKI SULSEL (01,18,39)
    3. MAKASSAR OLD CAR (20,31,35)

  • Wali Kota Munafri Arifuddin Tegaskan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial

    Wali Kota Munafri Arifuddin Tegaskan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Mu’jizat di Kompleks Kejaksaan Kecamatan Panakkukang, Jumat (19/12/2025).

    Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) Didik Farkhan Alisyahdi, Wakil Kajati Sulsel, Prihatin, serta dua mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin dan Moh Ramdhan Pomanto.

    Munafri Arifuddin menyampaikan peletakan batu pertama Masjid Nurul Mu’jizat ini menjadi awal baru penguatan fungsi masjid yang lebih representatif sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kebersamaan umat di kawasan Kompleks Kejaksaan dan sekitarnya

    Ia lalu menegaskan bahwa masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial dan pembinaan umat.

    “Masjid harus menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat, sekaligus menjadi tempat lahirnya generasi Qurani yang akan membawa masa depan yang lebih baik,” ujar Munafri.

    Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar akan memberikan dukungan maksimal, khususnya dalam penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan anak-anak agar masjid menjadi pusat pendidikan nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak.

    Munafri juga mengingatkan pentingnya keteladanan pengurus masjid dalam membangun semangat gotong royong, termasuk dalam hal kontribusi dan kepedulian terhadap masjid.

    Menurutnya, pengurus harus menjadi contoh dalam menjaga kebersamaan dan rasa memiliki. Selain itu, ia menekankan bahwa kebersihan masjid menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan rumah ibadah.

    “Saya selalu melihat keberhasilan pengurus masjid dari kebersihan tempat wudu dan toilet. Kalau dua tempat ini terjaga dengan baik, insyaallah pengelolaan masjidnya juga akan baik,” tegasnya.

    Terakhir, Munafri berharap agar masjid ini kelak menjadi tempat ibadah yang hidup dan penuh keberkahan, serta menjadi lokasi salat berjamaah, termasuk salat Subuh bersama masyarakat.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Mu’jizat, Andi Badikorosembeng, menyampaikan momentum ini menjadi simbol keberlanjutan pembangunan rumah ibadah yang telah melewati lintas kepemimpinan.

    Ia mengungkapkan selama pembangunan masjid, perhatian dan dukungan pemerintah terus mengalir sejak masa kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin, dilanjutkan Moh Ramdhan Pomanto, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.

    Andi Badi menyebut, pembangunan dan renovasi masjid juga mendapat kontribusi dari enam Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel yang menjabat pada periode berbeda. Ia menargetkan setelah peletakan batu pertama, renovasi masjid tahun ini akan rampung dalam waktu enam bulan sesuai dengan komitmen bersama.

    “Renovasi masjid tahun ini Insyaallah akan selesai sesuai dengan komitmen kita, bahwa renovasi mesjid ini akan selesai dalam jangka waktu 6 bulan setelah dimulai,” tegasnya. (*)

  • Penguatan Moral Generasi Muda,FKTPQ-Pemkot Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an di Makassar

    Penguatan Moral Generasi Muda,FKTPQ-Pemkot Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an di Makassar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR — Dewan Pengukuhan Pengurus Kota, Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (DPK FKTPQ), Kota Makassar melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (18/12/2025).

    Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Wisuda Santri FKPTQ ke-54 sekaligus mendorong percepatan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Literasi Al-Qur’an di Kota Makassar.

    Dalam pertemuan itu, Pengurus FKTPQ menyampaikan undangan resmi kepada Wali Kota Makassar untuk hadir dan memberikan motivasi kepada para santri pada kegiatan Wisuda Santri FKPTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember 2025 mendatang.

    Ketua FKTPQ Kota Makassar, Rintoh Rachim, mengatakan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk komunikasi kelembagaan antara FKTPQ dan Pemerintah Kota Makassar.

    “Kami dari Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an Kota Makassar datang bersilaturahmi sekaligus mengundang Bapak Wali Kota untuk hadir dan memberikan motivasi kepada santri-santri kita pada tanggal 30 Desember nanti, dalam acara Wisuda Santri FKTPQ ke-54,” ujar Rintoh.

    Selain undangan wisuda, FKTPQ juga menyampaikan permohonan kepada Wali Kota Makassar agar segera menerbitkan Perwali tentang Literasi Al-Qur’an.

    Menurut Rinto, regulasi tersebut sangat penting sebagai dasar hukum bagi penguatan pendidikan keagamaan di Kota Makassar.

    “Kami juga memohon kepada Bapak Wali Kota agar dapat sesegera mungkin menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait literasi Al-Quran,” jelasnya.

    Perwali ini nantinya akan menjadi dasar acuan bagi seluruh peserta didik di Makassar yang beragama Islam.

    Di mana saat masuk ke satuan pendidikan formal diharapkan memiliki ijazah mengaji sebagai salah satu syarat penerimaan peserta didik baru.

    Rintoh menegaskan, aturan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini.

    Ia menyebut, penguatan nilai-nilai keagamaan melalui literasi Al-Qur’an menjadi salah satu solusi strategis dalam membangun karakter anak-anak Makassar.

    Aturan ini sangat urgent. Bapak Wali Kota juga tadi menyampaikan bahwa Kota Makassar memang membutuhkan penguatan moral.

    “Banyak kejadian-kejadian yang membuat kita sedih, sehingga penguatan nilai keagamaan menjadi sangat penting,” ungkapnya.

    Dalam audiensi tersebut, kata dia Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan dukungannya terhadap program dan kegiatan FKTPQ, termasuk rencana Wisuda Santri dan penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.

    “Harapan kami tentu Bapak Wali Kota dapat mendukung penuh FKTPQ. Karena tanpa dukungan pemerintah, kami sebagai organisasi keagamaan tentu akan mengalami keterbatasan dalam berkembang,” harap Rintoh.

    Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut memberikan optimisme bagi FKTPQ, karena Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen untuk berjalan bersama dalam membangun generasi muda yang berakhlak dan berkarakter Qur’ani.

    “Alhamdulillah, dari pertemuan tadi, Bapak Wali Kota sangat mendukung kegiatan FKTPQ dan menyatakan siap berjalan bersama,” terangnya.

    “Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembinaan keagamaan di Kota Makassar,” tutupnya. (*)

  • Pengerjaan Jalan Provinsi Dimulai dari Hertasning, Gubernur Sulsel: Mari Doakan Berjalan Lancar

    Pengerjaan Jalan Provinsi Dimulai dari Hertasning, Gubernur Sulsel: Mari Doakan Berjalan Lancar

    MALUMAT.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Penanganan Preservasi Jalan Paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025-2027, di Jalan Lenjen Hertasning, Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).

    Peresmian proyek jalan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.

    “Alhamdulillah hari ini kami melakukan groundbreaking Penanganan Preservasi Jalan Paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025-2027 dengan nilai kurang lebih Rp430 miliar yang dimulai dari Jalan Hertasning, Kota Makassar,” ujarnya.

    Andi Sudirman mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp2,5 triliun selama periode 2025-2027 yang terbagi dalam enam paket pekerjaan Multi Years Project (MYP), disertai dengan pelaksanaan pekerjaan melalui skema Single Years Contract (SYC) setiap tahunnya.

    “Proyek pengerjaan jalan dengan total penanganan 6 paket 1000 kilometer lebih termasuk wilayah paket ini sekitar 300 kilometer yang tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba,” ungkapnya.

    Khusus Paket 1 yang dilakukan groundbreaking pada hari ini, memiliki nilai kontrak sebesar Rp430 miliar dengan cakupan 13 ruas jalan yang tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba. Total panjang penanganan mencapai 300,24 kilometer.

    “Program ini menjadi komitmen kami sejak awal untuk meningkatkan kemantapan infrastruktur jalan di berbagai wilayah, khususnya pada jalur strategis yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi dan mobilisasi,” jelasnya.

    Gubernur Andi Sudirman menjelaskan, pelaksanaan proyek MYC ini diharapkan mampu meningkatkan kemantapan jalan provinsi, khususnya pada ruas-ruas dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tinggi, kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

    Pada kesempatan tersebut, Andi Sudirman juga mengajak seluruh pihak, khususnya pemerintah kabupaten/kota, untuk bersama-sama mendukung kelancaran pelaksanaan proyek ini. Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Provinsi Sulawesi Selatan serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam terwujudnya paket pekerjaan MYC tersebut.

    Gubernur Sulsel berharap agar seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas dalam bentuk konektivitas wilayah yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.

    “Kami berharap ini berjalan dengan lancar, tepat waktu dan dirasakan langsung manfaat nyata oleh masyarakat,” pungkas Andi Sudirman.

    Adapun ruas jalan yang ditangani dalam Paket 1 MYC ini meliputi:
    • Jalan Hertasning (1,80 km) dan Jalan Aroepala (1,80 km) di Kota Makassar

    • Jalan Tun Abdul Razak (3,68 km), Jalan HM Yasin Limpo (7,85 km), Burung-burung-Bili-bili (6,95 km), Sungguminasa-Malino (61,40 km), serta Malino-Batas Sinjai (37,60 km) di Kabupaten Gowa

    • Ruas Batas Gowa-Tondong (49,82 km), Botolempangan-Batubelerang–Batas (24,30 km), dan Batas Bulukumba–Sinjai (21,78 km) di Kabupaten Sinjai

    • Ruas Batas Sinjai-Palampang (15,86 km), Tanete-Tanaberu (56,88 km), serta Kalimporo-Sumalaya-Batas Sinjai (10,52 km) di Kabupaten Bulukumba.(*)